Header Ads

Bom Ikan Tewaskan Satu Nelayan di Pantai Wane

Pemeriksaan Perahu Milik Korban

Bima, jerat.co.id Naas bagi Syafrudin (52 th) Nelayan asal Rt 16 Rw. 07 Dusun Wane Desa Tolotangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima, meninggal terkena serpihan bom ikan.

Kejadian yang menggegerkan itu terjadi sekitar sekitar pukul 15.00 wita pada hari Selasa, 9 Oktober kemarin di lautan lepas Wane.

Korban ledakan bom ikan ini juga dialami oleh rekan korban bernama Syarifudin (37 Thn) asal dusun yang sama, mengalami luka robek di kepala bagian belakang.


Kejadian ini berawal ketika kedua korban yang kesehariannya sebagai nelayan ini melaut untuk menangkap ikan dengan menggunakan bom ikan, sebelum bom ikan itu digunakan untuk menangkap ikan tiba-tiba bom tersebut meledak dan mengakibatkan salah satu diantaranya meninggal di atas perahu.

Syarifudin yang masih dalam keadaan sadar dengan sisa tenaganya langsung membawa perahu menuju ke pinggir pantai dan berteriak meminta tolong kepada warga sekitar pantai. Saat itu juga warga yang mendengar langsung mengefakuasi para korban.

Kedua korban langsung diantarkan warga ke kediaman masing-masing. Namun korban selamat yakni Syarifuddin hingga berita ini ditulis masih belum diketahui keberadaannya.

Didapingi Kasubsektor Wilamaci Aiptu Syahril,  kapolsek Monta  Iptu Edy Prayitno  beserta anggota langsung ke TKP dan menyampaikan bela sungkawa terhadap keluarga korban.

Setelah sebelumnya Unit Inafis Sat Reskrim Polres Bima tiba di di rumah duka di Dusun Wane Desa Tolotangga Kec. Monta Kab. Bima dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Alm. Syafrudin dan melakukan cek TKP di perahu milik korban sekaligus melakukan penggeledahan terhadap rumah sdr. Syarifudin dan ditemukan bahan pembuatan bom ikan berupa potasium, kemudian dilakukan penyitaan terhadap bahan pembuatan bom tersebut.

Kapolsek Monta di rumah duka menyampaikan kepada pihak keluarga korban dan warga masyarakat Dusun Wane lainnya agar tidak membuat dan menyimpan bom ikan serta tidak menangkap ikan dengan menggunakan bom ikan karena dapat membahayakan diri sendiri dan dapat merusak ekosistem di laut, serta hal tersebut melanggar peraturan perundang - undangan tentang Ilegal Fishing dan Undang - Undang Darurat No. 12 Tahun 1951.

Apabila masyarakat masih menyimpan bom ikan maupun bahan untuk membuat bom ikan agar diserahkan secara baik - baik kepada pihak Kepolisian dan tidak akan dikenakan sanksi hukum, agar kejadian serupa tidak terulang kembali” imbau Edy.

Setelah mendapatkan kepastian dari keluarga yang dengan lapang dada menerima ini sebagai kecelakaan, almarhum kemudian disholatkan dan dikebumikan di TPU setempat.

[Jr.1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.