Header Ads

Kayu Rimba Mulai Langka, Pohon Kemiri Jadi Sasaran

Sejumlah kayu gelondongan dan olahan yang ditumpuk di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Monta


Bima, jerat.co.id  Prihatin.? Iya, sebab aksi pembalakan liar di kawasan hutan Monta Parado terus terjadi tanpa dapat dicegah, atau dengan kata lain terkesan ada pembiaran terhadap aksi perusakan hutan secara besar-besaran saat ini.
Pasalnya tidak kurang dari sepuluh kubik kayu gelondongan ditebang di kawasan lindung tofo rompo (Hutan Monta Parado-red). Ironisnya, tanpa mampu dihindari lagi beberapa bulan terakhir kawasan yang luasnya tidak kurang dari 8000 Ha ini telah kehilangan fungsi cagarnya.

Ibarat candu, bisnis kayu illegal ini tidak ingin berhenti, berbagai dalil diupayakan. Setelah kelangkaan kayu rimba, dengan harga yang sangat menggiurkan, masyarakat terpaksa harus menjual salah satu penghasil hutan di kawasan tersebut, pohon kemiri.

Ratusan Ha lahan kemiri habis dijual kepada pengepul, dan yang terjadi, tidak sampai satu tahun hutan kemiri di kawasan ini punah.

Pemerintah melalui KPH setempat tidak mampu berbuat banyak bahkan terkesan tidak memiliki taring, sehingga diduga hal ini juga menjadikan fungsi kontrol hutan menjadi lemah.

Ruslan, S.Hut kepala resort KPH Monta menjelaskan, pihaknya hanya menunggu perintah dan petunjuk atasan untuk melakukan tindakan, “Dengan personil yang terbatas, tentunya dibutuhkan dukungan banyak pihak untuk sama-sama menjaga hutan, dan untuk ini kami terkoordinasi langsung dengan UPT,” katanya rabu tadi.

Dijelaskannya juga modus penebangan satu-satunya jenis pohon produktif di kabupaten bima ini adalah klaim warga atas hutan tutupan negara lalu kemudian dijual kepada pengepul dengan sistim tebang segera, “Warga Parado yang klaim kawasan ini dengan alasan pembersihan lahan untuk tanaman jagung, menjual pohon kemiri kepada pengepul,” ujarnya.

Via selulernya Ruslan menegaskan, banyak pihak yang ikut terlibat dalam potensi benca ini, “Indikasi politik kades, bahkan diduga ada putra daerah yang tinggal di kota besar ikut andil menginvestasikan modal kepada kelompok warga agar mengalih fungsikan hutan menjadi lahan jagung,” ketus Ruslan.

[Jr 1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.