Header Ads

Taman Uma Me’e Mulai Diabaikan


rerumputan di taman ini telah mati karena tidak terawat

Bima, jerat.co.id- Kontrofersi pembangunan taman kawasan Uma Me’e yang ada di Palibelo tepatnya di depan bandara Muhammad Salahudin terus dipersoalakan.

Setelah sebelumnya viral dengan lambang bunga tulip, pembangunan yang tidak sesuai dengan pagu anggaran hingga lambang tanda salib. Kini keberadaanya kian diabaikan, sebab nilai estetika taman ini semakin tidak tampak.

Taman yang dibangun 17 juli tahun 2017 dengan anggaran senilai Rp. 1.451.697.000 itu belum seumur jagung sudah tidak terawat dan keberadaanya mulai kumuh.

Pasalnya mega proyek yang dikerjakan oleh Cv Titian Amanah dari Dana Alokasi Umum (DAU), menuai kritik dari berbagai kalangan, disamping pagar dan tamannya telah mulai rusak,  sampah berserakan di mana-mana. Sehingga tidak heran jika taman yang seharusnya menjadi icon ini tidak dilirik lagi oleh masyarakat.

Furkan salah satu warga Palibelo mengatakan Kerusakan dan juga kegagalan sebagian besar disebabkan karena salah urus ”Pihak Dinas terkait terkesan sengaja membiarkan kondisi ini dan tidak ada upaya perawatan,” ucapnya minggu kemarin.

Taman uma me’e yang digadang untuk salah satu tujuan rekreasi bagi warga sekitar hanya menjadi pepesan kosong, pemerintah dituding membangun ini hanya untuk menghabiskan biaya dan mereaup keuntungan segelintir oknum, “Sebab jika berarap untuk tempat santai dan taman, pastinya ada upaya untuk menempatkan petugas yang digaji khusus untuk merawat taman ini,” ketus furqan.

Malah dikuatirkan taman ini akan beralih fungsi sebagai lokasi mesum, sebab suasananya yang semakin sepi dan strategis untuk itu,” katanya.

[jr.2]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.