Header Ads

Diduga Oknum Aparat Bekingi Pengepul Kayu Ilegal


bersama kapolres Bima kabupaten di kantornya

Bima, jerat.co.id – Pasca drama tangkap lepas satu truk kayu sonokeling (Dalbergia Latifolia) beberapa waktu lalu, yang terpaksa melibatkan dualisme pemahaman antara Remob dengan penyidik polres Bima  yang berujung saling tuding kebenaran cek tonggak lokasi asal kayu.

Kejadian serupa kembali terulang, kali ini melibatkan oknum anggota polres Bima kabupaten, dengan menangkap basah salah satu pengepul berikut barang bukti satu unit truk dan gelondongan sonokeling.

Penangkapan ini dilakukan di desa Waro kecamatan Monta pada hari Senin (21/5) sekitar pukul 16.23 wita dengan mengamankan Ms alias Pl warga Parado Wane kecamaan Parado berikut barang bukti, yang langsung diamankan di mapolres Bima di Panda.

Pada hari yang sama berselang beberapa jam setelah itu, Ms alias Pl berikut barang bukti dikabarkan telah dilepas. Dengan dilepasnya pelaku ini, sejumlah warga menduga hal ini sengaja dilakukan untuk menjerat uang damai dari pelaku.

Baharudin, S.Pd salah satu warga asal desa Sie Monta mengatakan, “Tidak ada alasan untuk pelaku yang telah ditangkap kemudian dilepas, sebab pada prinsipnya kayu jenis sonokeling adalah salah satu jenis kayu langka yang telah dinyatakan untuk dilindungi, yang tentunya proses produksi kayu ini harus memiliki ijin resmi dari negara yang disebut Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa – dalam negeri (SATS-DN), yang pada hakekatnya di Bima baik kota maupun kabupaten belum ada satupun perusahaan pengolah kayu yang memiliki ijin ini,” ketusnya.

Kata Bahar, Untuk peredaran kayu sonokeling di dalam dan di luar negeri harus mengikuti mekanisme yang diatur dalam keputusan Menteri Kehutanan nomor 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran tumbuhan dan Satwa Liar, maka peredaran kayu sonokeling dalam negeri wajib menggunakan dokumen SATS-DN, dan untuk eksport wajib kayu sonokeling menggunakan CITES Permit (SATS-LN), tegas Bahar selasa (22/5) di kantor redaksi Jerat.

Di tempat berbeda salah satu tokoh masyarakat yang tidak ingin ditulis namanya mengatakan, “Artinya, setiap peredaran kayu sonokeling harus ditangkap, jika dilepas maka patut diduga ada oknum aparat yang membekingi,” katanya.

Menanggapi ini, Kapolres Bima AKBP Bagus Satrio Wibowo, S.Sik di temui di kantornya kamis (24/5) membenarkan terjadi penjaringan pengepul kayu pada hari itu, diakui juga dirinya telah melepas kembali.“Memang saya lepas, sebab memiliki dokumen lengkap,” ujarnya.

“Saya belum melihat adanya pelanggaran hukum, dan yang pasti dilepasnya kayu tersebut tidak ada tebusan, dan jika itu benar ada anggota yang terlibat maka akan saya tindak,” tegasnya.

Bagus juga menegaskan agar tidak hanya menduga-duga, “Apalagi harus menggiring opini di sosial media, jika benar maka buktikan saja,” ucapnya.

[jr.tim]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.