Header Ads

Bupati Resmikan Penutupan Workshop Persiapan Sekolah Perempuan


peserta workhsop

Bima, jerat.co.id - Workshop Persiapan Sekolah Perempuan Perdamaian Bima yang diinisiasi oleh Alam Tara Institute dan AMAN Bima  ditutup dengan resmi oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri.

Kegiatan yang digelar di Lantai 3 Hotel Lambitu minggu (22/4) itu diikuti oleh berbagai elemen antara lain Aktivis Organisasi Perempuan, LSM, dan dari perangkat Desa.

Bupati Bima yang hadir didampingi para Asisten, Kabag Humaspro, Kabid lingkup Bapeda. Dalam sambutannya menyatakan, “Pada era kini perempuan telah menempati posisi strategis dalam menata seluruh dimensi kehidupan, menjadi penopang utama pencerdasan generasi, pemberi warna cerah dalam ikhtiar membangun perdamaian serta peradaban.” Katanya.

Kegiatan Workshop Persiapan Sekolah Perempuan Perdamaian (SP) Bima dapat diyakini menjadi media yang dapat mendukung penuh meluasnya ruang - ruang peran perempuan untuk masa selanjutnya. Bupati berharap, berbagai ide cerdas yang ditelurkan melalui momentum ilmiah tersebut dapat dijadikan solusi konstruktif serta referensi strategis dalam penyusunan dan perealisasian program, khususnya dalam pengembangan pendidikan yang berorientasi pada perdamaian. “Dimana perempuan menjadi pemeran utama, bersuara dan mengaktualisasikan diri demi bangsa dan segenap Dou Labo Dana Mbojo khususnya.” Urai bupati.

Bupati juga menegaskan, Pemerintah Daerah mendukung penuh serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada segenap inisiator pelaksanaan kegiatan. Mencermati transformasi sosial yang akhir-akhir ini mengalami dinamika, terutama berkaitan dengan selisih paham, selisih informasi yang berujung pada konflik yang mengganggu harmoni antar masyarakat; edukasi perdamaian yang salah satunya digiatkan oleh perempuan akan niscaya menjadi jalan terbaik untuk mengatasinya.

Menyadari arti penting dari eksistensi Sekolah Perempuan Perdamaian, Bupati memastikan bahwa pada waktunya, pemerintah daerah akan nensupport secara proporsional sesuai landasan regulasi serta meminta leading sector untuk mendalami kajian perencanaan sehubungan dengan hal itu.

[Hum]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.