Header Ads

Ali BD : “Jangan Buat Saya Berjanji, Karena Saya Akan Jawab dengan Pengalaman”





Menjadi Gubernur, Bagi saya bukan tujuan hidup melainkan jalan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan



Hangat, rangkulan pendukung Ali BD
Bima, jerat.co.id – Kehadiran pasangan calon jalur independent H Ali Bin Dahlan dengan Gede Sakti atau Ali-Sakti di lapangan desa Sakuru (12/4) disambut hangat ratusan warga pendukung.

Pada kesempatan itu calon yang tidak ingin mencantumkan gelar Doktor pada namanya yang akrab dikenal Ali BD ini mengaku hadir untuk menyapa bukan untuk berkampanye.

Alasan ini dipakai karena dirinya merupakan calon yang diinginkan rakyat, “Saya hadir untuk menyapa bapak dan ibu yang telah memilih saya untuk menjadi Gubernur NTB melalui jalur Independent,” sapanya ramah.

Baginya juga Bima sudah cukup akrab dengan dirinya, disamping banyak tokoh Bima yang menjadi temannya juga tidak kurang dari 40 kali berkunjung sejak tahun 70an, “Dari Sambori sampai Lere sudah pernah saya tapaki, termasuk sarung nggoli yang menjadi produk budaya Bima selalu saya gunakan dalam kehidupan saya sehari-hari,” ujarnya.

Lebih dari 20 ribu orang Bima yang menginginkan kami menjadi pemimpin NTB, demikian juga 16 ribu rakyat Dompu, 6 ribu Sumbawa Barat, 22 ribu Sumbawa Besar,
182 ribu warga Lombok Timur, 42 ribu dari Lombok Tengah dan seterusnya, “Ali-Sakti itu calonya bapak dan ibu bukan dari partai,” ungkapnya bangga.

Saya tetap optimis dengan posisi independent ini, karena kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat bukan di tangan politisi, karena Independent tidak takut dengan siapapun kecuali rakyat, karena yang mengatur negeri ini bukan kaum politisi melainkan rakyatnya, karena kedaulatan ada di tangan rakyat.

“Bahkan ada yang bertanya kepada saya, apakah bapak tidak kuatir mendapat sandungan dengan pihak DPRD karena tidak didukung oleh partai, saya jawab dengan pengalaman karena saya sekarang menjabat sebagai Bupati Lombok Timur dengan jalur independent, dan jika DPRD tidak setuju dengan hajat hidup rakyat maka saya punya peraturan bupati, jangan lantas menginginkan disetujui DPRD lalu terpaksa sogok, itu sama saja dengan melanggar hukum. Tidak perlu kuatir, karena apapun nama dan jenis anggaran pemerintah itu harus atas kepentingan rakyat,” serunya.

Jadi, jika ingin bertanya kepada calon seperti saya, jangan tanyakan konsep, tanyakan apa pengalaman anda. Pantang bagi kita untuk mengatakan ‘Kalau saya nanti’ itu buang-buang waktu menunggu, jawabannya hanya satu, itu pengalaman yang pernah saya lakukan.

Sebab, kata Ali BD pembuktiannya menjadi pemimpin telah menjadi kebanggaan untuk semua hajat dan kepentingan rakyatnya selama ini.

[jr.1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.