Header Ads

Wajah Baru SMAN 1 Monta




SMAN 1 Monta
Bima, jerat.co.id SMAN 1 Monta merupakan salah satu sekolah yang kerap disorot  publik, sekolah yang pernah dipimpin oleh empat kepala sekolah ini selalu dirundung berita miring, baik pengelolaan anggaran maupun kelesuan disiplin dan semangat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Sekolah nomor satu di Monta dengan jumlah siswa tidak kurang dari 587 orang ini diramalkan akan mampu bangkit dari kabar miring tersebut. Dengan mengandalkan figur Muhammad Nur, S.Pd sebagai kepala sekolah yang ke lima.

Terawang itu dibuktikan dengan tingkat solidaritas dan keharmonisan seluruh guru dan pegawai. Susana kekeluargaan yang terbangun saat ini adalah pemandangan yang sangat langka sebelumnya.

Karakter kepemimpinan Muhammad Nur yang aspiratif dan transpara merupakan salah satu indikator penting membawa SMAN 1 Monta untuk bangkit, serentetan program yang telah dirancang juga sangat menyentuh peningkatan mutu pendidikan dan prestasi siswa serta penataan lingkungan sekolah.

Ditemui di acara syukuran usai mitsmester dan UAS sabtu (10/3) M Nur mengatakan, seluruh rancangan program dirumuskan oleh tim yang telah dibentuk. “Tidak ada satu item pekerjaan pun yang dilakukan oleh satu orang tanpa diketahui oleh yang lain, hal ini ditujukan agar semua warga sekolah memiliki tanggungjawab sesuai tupoksi. Kepala sekolah juga dibatasi dalam pengelolaan anggaran sepihak,” katanya.

Mantan kepala SMAN 1 Parado ini lebih jauh menjabarkan, “Sekolah memiliki dua mata anggaran, selain BOS juga BPP. Antara dua anggaran ini harus dihindari dobel pengeluaran, mana ranah BOS mana ranah BPP harus jelas.” Tegasnya.

Dia optimis dengan anggaran yang ada akan mampu membuat sekolah ini lebih maksimal lagi, “Saya hanya melanjutkan program kepala sekolah sebelumnya, terutama untuk kegiatan fisik seperti pipanisasi, pembuatan pagar dan tiang bendera, yang baru saja tuntas kami kerakan.” papar M Nur.

Semua kegiatan itu dianggarkan melalui dana BOS, termasuk pelaksanaan Les, pengadaan soal mitsmester dan UAS untuk 163 siswa, sekalipun untuk ini harus meminjam dana di luar sekolah, “Karena saat saya masuk di sekoah ini sejak Januari 2018, anggaran sekolah dalam kondisi Nol,” terangnya didampingi Fahmi Hatib, M.Pd selaku bendahara BOS.

Kendati demikian ia yakin untuk iuran BPP tahun depan dapat diperkecil nominalnya, “Dengan dana yang ada setelah dituangkan dalam rencana program sekolah, sudah mampu untuk memberi napas sekolah setiap tahunnya, BPP memiliki ruang untuk honor guru sekitar 36 juta dalam sebulan, demikian juga pembangunan fisik, selebihnya dibiayai dari dana BOS, jadi untuk angka 100 rb tahun ini dapat kita turunkan di tahun berikutnya,” janji pria ramah ini.

Dengan pola kepemimpinan ini, kendati baru beberapa bulan menjalankan sekolah tersebut, M Nur telah mampu membawa perubahan yang sangat luar biasa, terutama  pada semangat dan kedisiplinan guru serta kobaran motifasi para siswa untuk meraih prestasi.

[Jr.1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.