Header Ads

Terabaikan, Pasutri Renta Di Desa Nata Huni Gubuk Reot

kondisi kediaman Ato Beko
Bima.jerat.co.id - Abubakar (82 th) bersama istrinya Jubaidah (80th) bertahun-tahun hidup di gubuk reyot yang nyaris roboh, genteng rumahnnya pun terlihat banyak yang rusak bahkan disaat hujan datang pasutri ini harus merelakan isi rumahnya diguyur hujan.

Miris menyaksikan hunian warga Rt 9/4 desa Nata kecamatan Palibelo ini, selain kondisinya sangat tidak layak juga rumah yang lebih bagus dari gubuk ini sangat tidak nyaman untuk ditempati karena kapan saja dapat rubuh dan membahayakan penghuninya yang sudah sangat renta ini.

Abubakar yang biasa disapa Ato Beko ini ditemui ahad kemarin mengaku tidak mampu memperbaiki rumahnya karena keterbatasan fisik dan ekonomi, saban hari asupan makanan hanya menunggu santunan dari para tetangga.

Ironisnya kondisi pasutri renta ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah desa setempat, yang sejatinya sudah menjadi tanggungjawab semua pihak lebih-lebih pemerintah desa, “Belum pernah,” jawabnya terbata saat ditanya tentang perhatian pemerintah desa.

Hidup dengan istri yang sering sakit-sakitan adalah kenyataan lain yang harus dihadapi pria ini, sesekali berjalan tertatih mengelilingi rumahnya untuk memeriksa semampunya untuk tambal sulam. Hanya itu rutinitasnya setiap hari.

Raut wajahnya antara semangat tetap hidup dan keputus asaan sulit dibedakan, karena sesekali tatapan kosong sempat tertangkap wartawan media ini saat ia bercerita tentang kondisi hidupnya.

Ato beko mengaku memiliki lima orang anak, kesemuanya telah berkeluarga dan berada di luar daerah, jarang sekali menemui mereka, “Kami hanya terus berdoa semoga anak cucu selalu bahagia, karena untuk menemui kami mungkin belum mampu,” ucapnya dengan penuh bijak dan harapan.

[jr.2]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.