Header Ads

SMAN 1 Monta Nyatakan Siap Hadapi UNBK


suasana gladi resik UNBK di SMAN 1 Monta
Bima, jerat.co.id – Untuk menjadi sekolah yang siap menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), seluruh sekolah dituntut untuk mandiri dalam mempersiapkan siswa, terutama kesiapan ruangan dan komputer lengkap dengan jaringan internetnya.

SMAN 1 Monta juga dengan tertatih harus memenuhi seluruh komponen untuk menggelar UNBK di sekolah sendiri, karena jika hingga awal april tidak siap maka harus nebeng di sekolah lain yang sudah siap.

Kendati harus meminjam komputer guru, siswa dan sekolah lain, sekolah ini berupaya keras mewujudkannya. Sebab UNBK untuk SMA akan dilakukan tanggal 9 s/d 12 april 2018.
Bahkan untuk mencapai itu, selama tiga hari seluruh siswa telah dilatih untuk simulasi mengerjakan soal.

Dan untuk mengevaluasi kesiapan siswa, hari senin (12/3) seluruh siswa melakukan gladi resik mengerjakan soal sesuai keinginan UNBK.

“Setelah dilakukan gladi resik tadi, semua siswa tidak memiliki kesulitan sedikitpun, dengan simulasi ini diyakini 195 calon peserta UNBK dinyatakan sangat siap mengikuti ujian,” terang Sabarudin, SE salah satu guru pembimbing.

Dengan 163 siswa ditambah 32 siswa PGRI Monta, pihak SMAN 1 Monta harus menyediakan setidaknya 64 unit komputer atau clean. Untuk memenuhi ini sekolah baru memiliki 8 unit ditambah pinjaman 28, “Kami sedang mengusahakan 28 unit lagi, sebanyak itu telah kami dapatkan kabar baik di SMK 8 dan SMPN 1 Monta untuk kita pinjam,” jelas Muhammad Nur, S.pd kepala SMAN 1 Monta.

Pria ramah yang ditemui di ruang kerjanya senin pagi ini optimis dengan kesiapan sekolahnya, “Karena waktu yang mendesak, semuanya terkesan buru-buru namun berkat bantuan SMAN 1 Belo, kami diberi dua unit server untuk dipinjam sehingga yang kami lakukan hanya menyediakan isnstalasi dan Lan serta keperluan lain untuk jaringan internet,” terangnya.

Karena menurutnya, inisiatif dan geliat pihak sekolah menjadi faktor utama dalam mewujudkan ini, “Kami masih terus melakukan koordinasi dengan pihak dinas provinsi melalui UPT, namun jika terus menunggu tidak mungkin, karena kami terdesak waktu sehingga harus dilakukan sesuai kebijakan sekolah,” tutupnya.

[Jr.1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.