Header Ads

Publik Nantikan Ending, Drama Tangkap Lepas Kayu Illegal



salah satu sudut lokasi kebun yang digunakan sebagai SPPT

Bima, jerat.co.id – Rumor dilepas kayu yang terindikasi Illegal Loging oleh pihak Polres Bima beberapa waktu lalu masih dipertanyakan publik.

Kayu yang berhasil diamankan oleh satuan Resimen Mobil Sub Detasmen A Brimob Bima yang kemudian diserahkan ke Mapolres Bima ini, langsung dilepas karena dianggap memiliki dokumen lengkap.

Cara pandang pihak penyidik Tipiter ini kemudian menjadi polemik di kalangan masyarakat.

Pasalnya, keabsahan dokumen kayu jenis sonokling yang diangkut pada hari kamis (22/3) dengan truk warna putih kuning nopol AG 8717 YH ini, banyak kejanggalan dan tercium aroma konspirasi dengan sejumlah oknum aparat.

Menyusul hasil cek tonggak dengan merujuk SPPT yang terlampir yang dilakukan masyarakat dan BPD desa Ncera kecamatan Belo yang menegaskan bahwa SPPT yang dimaksud tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

Dalam video yang berdurasi 3 menit 04 detik yang disuguhkan oleh salah satu warga pada Jerat Online menerangkan bahwa Pada dokumen tertera nama Nurdin Jakariah dan Ikraman sebagai pemilik kayu asal, sementara di So Mongi yang dimaksud tidak terdapat kayu jenis sonokling melainkan Mahoni dan kebanyakan pohon jati.

Diterangkan juga oleh warga, “Di So Mongi tidak ada kebun milik Nurdin, yang ada hanya Ikraman dan yang bersangkutan dipastikan tidak pernah menjual kayu jenis sonokling karena disamping dalam kebun yang dimaksud pada SPPT tidak ada kayu sonokling, yang bersangkutan juga saat ini berada di luar desa,” ucap salah satu warga.

Disimpulkan, semua kayu tangkapan itu berasal dari dalam hutan tutupan, “Kayu kebun yang memiliki SPPT, setelah kami cek tidak satupun yang menjual atau menebang sonokling, sebab juga kayu jenis ini dapat dihitung dengan jari,” tandas pengurus BPD setempat.

Bagaimana akhir dari drama tangkap dan lepas ini nantinya, masih terus didalami, baik pada pihak BKSDA, Resmob dan Kapolres Bima.

[jr.1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.