Header Ads

Proyek 17 M Gagal, Lahan Pertanian 3 Kecamatan Terancam Kekeringan



aksi boikot yang dilakukan warga desa Tangga

Bima, jerat.co.id Proyek normalisasi saluran Dam Pela Parado senilai 17 milyar tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, justru pekerjaan yang dilakukan oleh PT Indopenta Bumi Permai ini berdampak buruk bagi masyarakat.

Pasalnya, sampai pada berita ini ditulis, suplai air dam pela tidak dapat melalui jalur irigasi tersier yang ada. Akibatnya ratusan ha lahan pertanian warga di tiga kecamatan Monta, Woha dan kecamatan Belo mengalami krisis air.

Saat ini warga hanya mengandalkan air hujan untuk tanaman pertanian, akibatnya para petani mulai menuntut solusi pemerintah daerah. Diawali dengan aksi blokade jalan raya lintas Tente Parado pada kamis (8/3).

Tersumbatnya aliran air ini diakibatkan oleh ulah kontraktor yang membobol saluran pembuangan air sori owo yang merupakan jalur erosi hutan tutupan negara yang berada di sebelah barat desa Tangga kecamatan Monta.

Sehingga dengan sendirinya, erosi yang turun langsung tumpah ke saluran irigasi yang ada.

Melalui Deden Firmansyah, Ketua Karang taruna desa Tangga, warga menuntut perhatian pemerintah agar segera memberikan teguran pada pelaksana proyek yang dianggap telah gagal melakukan pekerjaanya, “Anggaran sebesar ini justru digunakan hanya untuk membunuh petani, tekhnik dan bagaimana analisanya sehingga kondisi irigasi yang sebelumnya aman-aman saja justru saat ini berubah fungsi menjadi penampung batu dan pasir gunung,” ketusnya.

Sementara menyikapi hal ini Muspika Monta Camat, Kapolsek dan jajarannya serta Danramil melalui Babinsa Serda Hamzah usai membubarkan aksi boikot jalan yang dilakukan warga, langsung menggelar rapat kilat di aula kantor camat Monta, dalam rangka merumuskan solusi dan langkah yang akan diambil agar persoalan ini segera terurai.

[Jr.1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.