Header Ads

Opini : Mengingat Kejahatan Narkoba Suatu Kejahatan Yang Rapi Dan Tersembuyi



Rojik Bersama Orang tua (Pendiri Jerat Bima)

Hampir 75 tahun yang lalu, Ketika pemuda Indonesia pernah mengikrarkan persatuan untuk melawan penjajah, tentu para pemuda waktu itu tidak pernah mengharapkan pemuda sebagai penerus bangsa yang merusak dirinya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan dan tidak terpuji atau bahkan membuat diri mereka tidak berguna. Namun kenyataanya daya juang dan harapan perlahan-lahan mulai pudar atau mungkin akan hilang dalam waktu yang tidak dapat di tentukan.

Ketika manusia sudah saling tidak memperdulikan dan saling cakar-mencakar. Ketika masyarakat juga sudah masa bodoh terhadap lingkungannya. Ketika etika, norma dan aturan dengan sengaja diabaikan dan dilangggar. Ketika moralitas baik menjadi barang yang langka dan hanya sebatas pembicaraan. Ketika komitmen bersama diingkari. Ketika hukum sudah tak mempunyai taring dan kuku lagi untuk mengoyak dan mencengkram ketidakadilan. Ketenanganpun akan terusik, rasa amanpun bagaikan barang langka.

Kemungkaran dan kemunafikan menjadi raja, maka membeli dosa menjadi rutinitas hidup, melakukan perbuatan salah menjadi hal yang biasa dan lumrah. Kejahatan dan kemunafikan merajalela yang berpesta pora dan bergembira ria dalam kubangan lumpur nikmatnya dosa. Nikmat sementara menjadi tujuan utama, sengsara kemudian tidak dipersoalkan. Akhirnya yang ditemui adalah penyesalan yang tiada gunanya lagi ketika nasi telah menjadi bubur.

Salah satu penyebab kehancuran generasi penerus bangsa ini, adalah bobroknya moral dan banyaknya terjadi perilaku-perilaku dalam kehidupan yang menyimpang. Terutama diusia produktif. Perilaku yang menyimpang tersebut anatara lain adalah melakukan penyalahgunaan narkoba yang semestinya tidak terjadi.

Belakangan faktanya adalah permasalahan narkoba menjadi sangat populis, dan telah menjadi ancaman serius terhadap keselamatan anak bangsa. Narkoba bagaikan akar serabut dan sekaligus akar tunggal dan tunjang. Menyebar tanpa terkendali keseluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat, menusuk ke dalam jiwa raga yang paling dalam serta mengarah ke tempat segar tanpa terkontrol, sehingga untuk melepaskannya sangat sulit. Kata pulih bagaikan suatu mukjizat yang di nanti-nanti.

Faktor keamanan dan pertahanan sangat mempengaruhi masuk dan keluarnya narkoba secara ilegal. Apakah perseoalan ini kita limpahkan kepada pemerintah saja ? sementara, pemerintah seolah-olah tidak berdaya dan begitu kewalahan menghadapinya. Di dalam situasi kewalahannya tersebut, senjata paling ampuh dari pemerintah adalah mengembalikan kepada masyarakat untuk mengatasinya.

Persoalan yang terjadi saat ini sudah selayaknya menjadi tanggungjawab bersama segenap elemen bangsa dan tidak dapat dilimpahkan kepada pemerintah saja.

Mengguritanya masalah peredaran gelap dan penyalahguaan narkoba dalam masyarakat adalah cermin buram kehidupan kita. Dan itu Membutuhkan waktu yang lama untuk merenovasinya. Hal ini terjadi licin dan liciknya para sindikat dengan berbagai cara memafaatkan serta menyusup kedalam aspek yang ada.

Secara sadar atau tidak kita tengah meneliti jalan menuju jurang yang dalam ke arah hilangnya suatu generasi yang didahului oleh kehancuran kehidupan hukum politik, sosial, ekonomi, budaya, pertahanan, dan keamanan.

Dari satu sisi, masalah narkoba ini menjadi masalah bersama kita semua. Bukankah akibat buruk yang terjadi justru masyarakatlah sebagai penerima langsung dan merasakan akibatnya. Apa yang harus dilakukan ? perlawanan terhadap masalah ini setidaknya secara hukum dapat dilakukan dalam dua hal.

Pertama, perlawanan secara hukum adalah merupakan upaya perlawanan secara hukum jelas mutlak hak pemerintah yang didistribusikan kepada aparat penegak hukum dalam criminal justice system yang terdiri dari pihak kepolisian, jaksa, dan hakim.

Selama ini hukum belum dianggap serius dalam upaya membuat jera para pelaku kejahatan narkoba walaupun satu atau dua sudah ada yang disukabumikan, masih juga sering terdengar suara sumbang menyangkut penanganan masalah narkoba ini, baik dari tingkat penyidikan, penuntutan maupun putusan sehingga perlu pengontrolan secara khusus. Sebagaimana aturan yang ada, rasanya sudah relatif memandai untuk keadaan sekarang walaupun masih terlihat banyak kekurangan, namun sebaiknya apapun sebenarnya aturan, jika dilaksanakan secara buruk maka hasilnya sudah tentu buruk juga, sebaliknya walaupun aturan belum begitu baik, tetapi dilaksanakan dengan baik dan penuh komitmen sudah barang tentu akan baik pula hasilya. Komitmen dan moralitas penegak hukum harus terjaga hingga tidak menyalahgunakan kekuasaan dan mengambil kesempatan dalam kesempitan demi kepentingan pribadi.

Kedua, perlawanan secara sosial adalah merupakan suatu upaya memberdayakan masyarakat untuk mempertahankan diri masing-masing maupun antisipasi terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan perilaku penyalahgunaan narkoba ini. Masyarakat harus mengetahui dan memperdalam seluk beluk narkoba serta perilaku pelaku kejahatanya dengan maksud agar secara dini mengenalnya dan mengatisipasinya. Pendalaman ini dilakukan dengan pengadaan berbagai penyuluhan serta simulasi atau pengenalan jenis dan ciri-ciri khususnya. Pengontrolan terhadap keadaan lingkungan dalam hal ini termasuk juga di dalamnya adalah kontrol hukum agar aparat yang masih mempunyai moralitas minus menjadi riskan mempermainkan hukum.

Mengingat masyarkat sebagai salah satu elemen bangsa yang secara langsung merasakan akibat dari maraknya masalah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba ini. Peran serta masyarakat harus di maksimalkan setidaknya peran serta itu biasa menyangkut dua hal yang dapat ditarik benang merahnya yakni peran serta preventif dan peran serta represif.

Peran serta preventif adalah suatu sikap ikut mencegah terjadinya kejahatan narkoba, antara lain dimaksudkan melakukan pengawasan dalam lingkungan terkecil yaitu keluarga.

Kemudian melakukan pengawasan lingkungan yang lebih besar, melakukan kegiatan positif yang berorientasi kepeloporan pemuda, saling mengingkatkan dengan mengadakan kontak sosial secara rutin dan terus menerus, serta memberikan laporan sekecil apapun kepada pihak yang berwajib tentang keamanan atau indikasi yang patut dicurigai. Sedangakan peran serta represif adalah menjadikan masyarakat bertindak langsung atau berbuat sesuatu ketika mengetahui atau patut diduga terjadi suatu kejahatan narkoba.

Untuk menghindari keragu-raguan apakah ada atau tidaknya peristiwa tersebut, agar secepatnya memberikan laporan kepada pihak yang berwajib supaya ditindaklanjuti oleh pemerintah, aparat penegak hukum serta masyarakat untuk memberantas narkoba.*)

Penulis : M Rojik Fadilah

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.