Header Ads

Mayat Naik Ojek, Korban Terima Maaf Dirut RSUD Bima





Ihsan : “Sesuai Keputusan Inspektorat, Oknum Bidan Akan Ditindak”

Saat mendengarkan unek-unek paman korban (duduk di kursi)

Bima, jerat.co.id - Seperti viral di sosial media, tudingan, hujatan bahkan sumpah serapah sebagai penjahat kemanusiaan tertuju pada direktur RSUD Bima drg H Ihsan MPH.

Kenyataan ini mengharuskan pimpinan RSUD untuk segera menemui keluarga korban guna menyampaikan bela sungkawa sekaligus permohonan maaf atas kejadian rabu malam lalu.

Jumat pagi (16/3) beserta rombongan, Direktur utama RSUD Bima menemui keluarga korban di desa Waro Kecamatan Monta kabupaten Bima. kehadiran rombongan ini disambut hangat warga dan keluarga korban.

Di rumah sangat sederhana ini, setelah mendengarkan langsung unek-unek yang disampaikan, Dirut RSUD duduk di hadapan korban dan langsung meminta maaf, prosesi permintaan maaf ini disaksikan langsung warga dan ketua BPD setempat.

"Kami atas nama RSUD Bima menyampaikan permohonan maaf, sejak kemarin kami telah mengambil tindakan kepada yang bersangkutan. bahkan hal ini telah ditangani inspektorat." paparnya.

Ihsan mengaku Wakil Bupati kamis pagi sudah memanggilnya, "Pak Wakil Bupati sendiri juga telah memanggil kami, bahkan beliau menegaskan akan membebaskan biaya ambulance untuk pasien miskin, dengan prosedur yang tidak sulit yakni hanya dengan keterangan desa," terang dia.

Kembali ke persoalan tadi, kata Ihsan, "Pengalaman ini akan menjadi bahan introspeksi bagi kami, tindakan oknum bidan terhadap keluarga korban sangat kami sesalkan karena telah melanggar kebijakan," jelasnya.

Zainul Arifin ketua BPD Waro sekaligus paman korban dengan legowo menerima permintaan maaf pihak RSUD, “Kendati sebelumnya kami sangat kecewa dengan tingkah oknum rumah sakit yang tidak manusiawi, namun dengan kehadiran pihak rumah sakit dua hari berturut-turut ini cukup mengobati hati kami sekeluarga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan A Heris, SH salah satu tokoh pemuda desa Waro, pihak keluarga memang merasa kecewa dengan ulah oknum bidan tersebut, namun dengan kehadiran Dirut RSUD telah mengobati kekecewaan keluarga, “Kebesaran hati H Ihsan untuk meminta maaf, menjadi sebuah isyarat bahwa apa yang diviralkan saat ini bukan unsur kesengajaan,’ terangnya.

Menurut Heris, patut diapresiasi ketika seseorang dengan sadar dan tulus menyampaikan permintaan maaf, “Terlepas ini ulah siapa, ditanggung siapa yang jelas sudah diproses sesuai prosedur kepegawaian. Yang terpenting adalah kehadiran Dirut RSUD hari ini di tengah-tengah kami adalah sebuah wujud penghargaan untuk keluarga korban,” tandas calon anggota DPRD Kabupaten Bima ini.

Banyak hikmah atas kejadian ini, kata Heris. “Terutama dengan janji pembebasan biaya ambulan untuk warga miskin, ini akan menjadi kabar gembira untuk masyarakat kabupaten Bima,” ujarnya.

[Jr.1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.