Header Ads

Kapolda : "Polisi Wajib Hadiri Pemakaman Warga Meninggal Dunia"



Di Mapolsek Monta Kapolda NTB bersama Babe dan kapolsek monta

Bima, jerat.co.id – Bentuk kepedulian jajaran kepolisan daerah NTB terhadap korban meninggal akibat kejahatan dan meninggal karena bencana alam di wilayah hukum Polda NTB, kamis (29/3) Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Firli, M.Si secara khusus sambangi keluarga korban.

Hal ini juga merupakan kebijakan Kapolda NTB bahwa polisi wajib hadir pada setiap warga meninggal dunia, ini disampaikan Kapolda usai menyambangi keluarga korban meninggal dunia di desa Tangga Baru kecamatan Monta kabupaten Bima siang tadi di Mapolsek Monta.

Didampingi kapolres Bima kabupaten AKBP Bagus Satrio Wibowo S.IK dan Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Nur, Kapolda menegaskan, “Sesuai dengan kebijakan saya, polisi wajib untuk menghadiri pemakaman warga yang meninggal dunia, Kapolda wajib hadir jika ada korban meninggal akibat bencana dan kejahatan, seperti hari ini untuk ke dua kalinya saya hadir di Bima, atas nama Polda NTB saya sampaikan turut berduka cita atas musibah ini,” terang Firli.

Sebelumnya pada kondisi yang sama Kapolda telah empat kali datang ke kabupaten Dompu, “Tahun ini 17 kali saya turun termasuk di Lombok Timur, Sumbawa, Lombok Tengah, dan Sumbawa Barat,” ujar pria ramah ini.

Angka meninggal akibat kejahatan dan pertikaian ini terbilang kecil ketimbang tahun 2016 lalu, tercatat 179 pertikaian di seluruh wilayah hukum Polda NTB, “Sementara sejak saya menjabat sebagai Kapolda satu tahun satu bulan hanya 23 konflik dan 17 korban meninggal,” teranganya.

Kapolda menghimbau agar dalam kehidupan bermasyarakat untuk selalu saling melindungi dan menjauhkan diri dari permusuhan, “Sesuai dengan amanat UUD 45 di alenia ke 4 pembukaan UUD disebutkan bahwa kita memiliki keiwajiban melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia. Kalau seluruh rakyat kita menuruti itu maka pasti tidak ada konflik dan pertikaian karena kita saling melindungi, Agama kita juga melarang perselisihan dan permusuhan,” harap Kapolda.

[jr.1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.