Header Ads

Diduga Menipu, Keluarga Sultan Bima Dipolisikan


Ibnu Saud korban penipuan

Bima, jerat.co.id Memalukan, oknum keluarga kesultanan Bima. FFI alias Dae Ade, 38 tahun adik kandung almarhum Sultan Bima Ferry Zulkarnain, diduga telah menipu warga.
Modusnya, pria yang juga ipar Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri ini memberi iming-iming paket proyek kepada korbannya.
Ibnu Saud warga RT 01 RW 01 Desa Sie Kecamatan Monta menjadi korban resmi mengajukan laporan ke Polres Bima Kabupaten Senin (26/2) atas kasus penipuan itu.
Selasa (27/2) malam Saud yang ditemui di kediamannya mengaku telah ditipu oleh Dae Ade berupa uang sebesar Rp 55 juta. “Hal itu sudah saya laporkan kemarin” ucapnya.

Dijabarkannya bagaimana proses mengalirnya uang ke tangan dae Ade, April 2016 dengan janji paket proyek meminta uang sebesar Rp 10 juta. "Uang itu diminta melalui telepon oleh Dae Ade. Dia mengutus anak buahnya bernama Ani alias Dae To'i untuk mengambil uang di rumah saya sebesar 10 juta. Saat itu saya hanya memberikan Rp 5 juta. Tapi selang satu minggu Ani datang lagi ke rumah saya meminta sisa uang Rp 5 juta. Dan sudah saya serahkan," ketusnya.
Satu bulan kemudian, Dae Ade kembali meminta uang Rp 10 juta. Tepat di halaman Pandopo Bupati Bima uang itu diserahkan kepada Ani bersama Dae Ade.

Bahkan sudah seperti ATM bagi Ketua KNPI Kabupaten Bima itu, tidak selang lama Saud ditagih untuk menyediakan 10 juta lagi, “Selalu Ani yang diutus untuk mengambil uang, dan Dae Ade meminta saya untuk bersabar.” Ujarnya didampingi istri.
Bahkan stelah itu pernah meminta Rp 15 juta, "Saat itu saya benar-benar tidak punya uang, namun saya disuruh meminjam uang rentenir karena dia menyanggupi akan membayarnya. Dengan susah payah uang itu saya dapatkan hanya Rp 5 juta yang dapat saya transfer.” Urainya.

Karena sudah dilakukan melalui ATM sehingga setiap dipinta selalu saya kirim, pada 21 September 2016 saya transfer lagi Rp 10 juta dan terakhir saya transfer pada 10 November 2016 sebanyak Rp 10 juta. Sehingga total keseluruhannya sebanyak Rp 55 juta," ucapnya sedih.

Saud mulai was-was karena Dae Ade susah dihubungi. Genap setahun Ibnu Saud mulai menagih uangnya. "Saya malah sibuk sendiri mencari keberadaan Dae Ade sehingga bolak-balik Bima Mataram, dan saya sudah letih sehingga hal ini harus saya ajukan ke pihak yang berwajib,” ketusnya.

"Saya berharap adik ipar Bupati Bima ini, harus dikerangkeng, karena ini murni penipuan dan saya harus menanggung semua tudingan orang tempat saya meminjam uang, karena saya juga dibilang menipu,” ucapnya kesal.

Dae Ade tidak dapat dikonfirmasi, bahkan via selulernya tidak pernah dapat dihubungi.

[jr.1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.