Header Ads

Di SLTA Kota Bima, Rangga Babuju Tebar Pesona Cinta Damai





Tangkal Pengaruh Buruk Sosial Dengan Cara Cerdas Memilih Pola Pergaulan
Rangga Babuju di salah satu sekolah

Kota Bima, jerat.co.id - Gerakan berbuat Baik dalam bingkai Damai terus digelorakan. Toleransi antar umat beragama, sikap saling menghargai dan saling menghormati yang terus dipupuk.

Remaja Cinta Damai (RECIDA) Kota Bima bergerak cepat untuk terjun ke para Remaja lainnya melalui lembaga-lembaga pendidikan. Hal ini dilakukan mengingat intensitas pelanggaran hukum dan norma yang kerap terjadi belakangan ini.

Keterlibatan remaja sebagai aktor tidak dapat dipungkiri, dalam minggu ini terbilang cukup banyak kejadian miris yang melibatkan para remaja, kemarin siang digegerkan dengan berita, di Wera jumat pagi (9/3) oknum santri melakukan percobaan pemerkosaan terhadap tetangganya sendiri.

Sebelumnya kamis (8/3) di kecamatan Monta sejumlah remaja tanggung berusia belasan tahun memalak rombongan mahasiswa kesehatan sepulang dari wisata Pantai Wane, uang, perhiasan dan barang berharga lainnya dirampok.

Bahkan pagi ini Sabtu (10/3) dikabarkan belasan orang siswa SMA di Sape, saling kejar dengan senjata tajam dalam lingkungan sekolah, kejadian serupa juga di wilayah Sape pada Rabu (7/3), melibatkan sejumlah remaja 17an tahun saling melukai, menyebabkan korban kehilangan jari tangannya.

Tindak kekerasan y
ang melibatkan remaja di Kota maupun Kab Bima terus terjadi setiap hari, tanpa mampu dibendung dan diurai benang kusutnya.

Kondisi ini menjadi alasan penggerak Relawan Cinta Damai (RECIDA) Kota Bima yang di 'Nakhodai' oleh Rangga Babuju untuk berbuat. Salah satu upaya prioritas adalah masuk ke sekolah-sekolah untuk 'menggawangi' pengaruh ke Kota Bima.

SMKN 3 Kota Bima
 menjadi lokasi awal untuk kegiatan ini, Jumat (9/3) pagi kemarin, tebar pesona Cinta Damai digelar dengan menghadirkan 110 orang siswa.

Sosialisasi Remaja Cinta Damai yang dibingkai dengan semangat ber-Entrepreneur ini berlangsung dengan antusias luar biasa bahkan peserta berharap kegiatan serupa dengan tema-tema inspiratif dapat dilakukan sebulan sekali.

Sabtu (10/3) dengan tema "Penguatan Paradigma Kehidupan Damai Berkebangsaan" RECIDA kembali bertandang ke SMKAN 2 Kota Bima, didampingi langsung oleh kepala sekolah, Rangga Babuju menghipnotis motifasi siswa sekolah tersebut dengan kisah inspiratif saling menguatkan untuk saling melengkapi agar dapat sukses bersama.

Kisah dan cerita tentang perjuangan orang-orang meraih sukses dengan tertatih, melawan cemooh bahkan dari keluarga sendiri, berjuang terus sekalipun diremehkan. Kisah-kisah inspiratif yang disuguhkan ini membuat para siswa/i tidak ingin selesai mendengarkan.

Ada harapan, bahwa hal-hal seperti ini tidak hanya sekedar seremonial belaka atau hanya untuk memenuhi program kegiatan y
ang direncanakan, namun upayakan untuk terus berkelanjutan di tengah kegamangan remaja Kota dan Kab Bima dalam melihat peluang masa depan, akibat begitu cepatnya paradigma kehidupan dunia berubah melalui inovasi-inovasi yang semakin canggih.

Akhirnya, yang tak mampu menghadapi perubahan jaman kedepan, akan memilih hidup di pinggir kota atau kaki gunung dan atau memilih untuk masuk penjara akibat tuntutan hidup y
ang tak pernah habis. Atau Depresi yg mendorong jiwa untuk melukai diri dan atau mengakhiri hidup.

Pesona yang coba ditebar Rangga Babuju dengan suguhan kisah inspiratif dan membangun semangat para siswa ini dinilai akan mampu memberi warna  baru untuk terwujudnya solidaritas diantara remaja.
[Jr]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.