Header Ads

Chensi Lepas Tanggungjawab, Bekerja Atas Perintah Pengawas


Saluran irigasi Dam Pela Parado depan SMPN 1 Monta mampet total
Bima, jerat.co.id Proyek normalisasi saluran Dam Pela Parado senilai 17 milyar yang dilaksanakan oleh PT Indopenta Bima Permai diakui telah masuk tahap pemeriksaan. Atau dengan kata lain pekerjaan dinyatakan selesai.

Pernyataan Chensi direktur PT Indopenta ini sangat bertentangan dengan kondisi riil di lapangan, namun demikian menurutnya semua item proyek telah dipenuhi sesui dengan petunjuk pengawas utama Balai Wilayah sungai (BWS). baca juga http://www.jerat.co.id/2018/03/proyek-17-m-gagal-lahan-pertanian-3.html

“Semua item pekerjaan atas perintah pak Setia Aziz selaku pengawas utama BWS bersama pak Sudirman, termasuk membobol saluran pembuangan air sori owo,” terang chensi yang dihubungi via selulernya kamis siang kemarin.

Di hadapan muspika dan perwakilan masyarakat dengan  menggunakan Hand Phon Babinsa Tangga serda Hamzah di kantor camat Monta, Chensi jusru heran dengan pembobolan itu, “Tidak ada yang mampu memerintah kami selain BWS, sekalipun saya tidak habis pikir apa maksud pengawas memerintahkan kami untuk membobol saluran yang dibangun diatas saluran utama tersebut,” katanya.

“Saat ini pekerjaan kami sudah masuk tahap pemeriksaan, untuk pengerukan kemarin telah kami bantu, dan ini merupakan bencana alam yang tentunya bukan tanggungjawab kami lagi,” ketus chensi.

Dia juga menegaskan, “Pekerjaan kami hanya fokus pada pasangan yang dinyatakan harus diperbaiki, seperti jembatan-jembatan rumah warga telah kami perbaiki sesui arahan pengawas. Demikian juga dengan bencana alam seperti ini tidak mungkin kami harus selalu mengeruknya,” ujarnya.

Saat yang sama oleh camat Monta Muhtar Jamaludin, SH, pihak pengawas yang dihubungi justru tidak mampu memberikan jawaban yang pasti atas persoalan ini, “Saya akan koordinasikan dengan atasan,” jawab Setia Azis .


Untuk kepastian nasib para petani saat ini hanya menunggu tanggapan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Asdin Julaidin, ST MT, namun yang bersangkutan masih sedang terus dihubungi.

Sementara untuk antisipasi awal, Camat, Danramil dan Kapolsek beserta pemerintahan desa Tangga akan menghadap pimpinan daerah menyampaikan aspirasi ini.

[jr.1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.