Header Ads

Soal Pembangunan PKM Palibelo, Kantor BPP Digusur. Pelayanan Tidak Optimal



kator yang sudah digusur

Bima, jerat.co.id Kontrofersi pekerjaan proyek realokasi puskesmas (PKM) Palibelo kabupaten Bima NTB masih terus disorot.

Mulai dari kualitas pekerjaan yang dinilai asal, aksi demo warga sekitar karena mengenyampingkan kearifan lokal, tekhnik pekerjaan yang berdampak banjir bagi warga sekitar, ditambah dengan sikap ala preman yang dilakukan oknum pelaksana hingga pada persoalan mandegnya pekerjaan yang mengharuskan pemda melakukan pinalti.

Sederet persoalan yang mewarnai pembangunan mega proyek tersebut rupanya belum selesai, pasalnya saat ini satu bangunan kantor dijadikan korban untuk digusur.

Kantor UPT BPP Palibelo yang bersisian dengan proyek ini harus digusur untuk penambahan unit bangunan PKM, akibatnya para staf dan pegawai di dinas ini harus bergabung ke kantor UPT Pertanian setempat.

Kodisi ini menjadi keluhan pegawai BPP sebab pelayanan menjadi terbatas, “Keberadaan kami sangat melekat dengan kepentingan mayoritas masyarakat yang membutuhkan pelayanan optimal setiap saat,” ujar salah satu staf.

Melayani warga mayoritas petani dalam satu kantor dengan dinas lain membuat kedua dinas ini menjadi sangat tidak nyaman, “Memang UPT Pertanian dengan BPP tidak dapat dipisahkan, namun kami memiliki garis koordinasi berbeda dan penanganan adiministrasi yang berbeda juga baik dalam fisik maupun pertanggungjawaban,” paparnya.

Mirisnya lagi, para penyuluh yang rumah dinasnya telah digusur terpaksa harus menginap di kantor UPT Pertanian, “Dapat dibayangkan, ketika esok pagi kami dan keluarga harus membereskan semua tempat tidur,” katanya.

Pantauan media ini, perlengkapan kantor milik BPP seperti lemari dan meja biro serta barang lainnya diletakkan begitu saja di halaman kantor Pertanian.

Sampai berita ini ditulis, belum ada kejelasan kapan pemerintah daerah memenuhi janjinya untuk membangun kantor BPP.

[Jr.2]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.