Header Ads

Pembuatan Jalan Menuju Hutan Tutupan Negara Gunakan Dana Desa



Hari pertama pembuatan jalan dengan alat berat

Bima, jerat.co.id Persoalan banjir adalah salah satu hal yang sulit ditangani, setelah banjir yang melanda kota bima tahun lalu, tahun ini banjir di kabupaten bima selain merugikan material juga sekitar 3 korban jiwa terseret banjir. Praktek perusakan hutan secara besar-besaran oleh masyarakat  seolah tidak terbendung. Hutan dijarah, digunduli untuk kepentingan segelintir masyarakat. Kawasan htan diduduki dengan alasan untuk bercocok tanam.

Di desa Tangga misalnya, ratusan Ha hutan tutupan negara digunakan untuk menanam bawang merah. Akibatnya banjir erosi terjadi setiap tahun, merusak pemukiman ribuan warga yanga da di bawahnya.

Pemerintah hanya berupaya  memberi penyadaran bahwa hutan harus dilindungi tanpa mampu menegakkan aturan yang harus dijalankan seperti UU 41 tahun 1999 tentang kehutanan.

Anehnya, pemerintahan desa Tangga menjadi motor penggerak sekaligus pelaksana kegiatan pembuatan jalan menuju hutan tutupan negara bahkan didanai dari sumber anggaran dana desa.

Dengan alasan aspirasi masyarakat, pekerjaan yang langsung ditangani oleh ketua BPD dan sekretaris desa tersebut dilakukan dengan menggunakan alat berat sejak 4 februari 2018 selama empat hari.

Dalam perjalannya, di hari pertama telah mendapat protes warga namun sebaliknya warga yang melakukan protes justru mendapat ancaman, dan pekerjaan dilanjutkan. Demikian pula pada hari kedua pihak KPH melalui Resot KPH Monta langsung menghentikan pekerjaan tersebut.

Dengan keberanian dan ketegasan pemerintahan desa yakni Zubair, SH Kepala Desa Tangga, Aeman, S.Pd ketua BPD dan Ilham, S.Pd sekretaris desa mengatakan akan siap bertanggungjawab bahkan hingga dipenjara akan tetap melanjutkan pekerjaan.

Saat dikonfirmasi juga kepala desa mengaku pekerjaan senilai 80 juta itu bersumber dari dana desa, “Pelaksananya ketua BPD,” katanya via seluler 4 perbruari 2018.

Senada dengan ketua BPD dan sekretaris desa sejak awal mengatakan pembuatan jalan tersebut bersumber dari dana desa, “Kami selaku BPD hanya menerima amanat pemerintah desa, dan ini adalah janji politik kepala desa yang tertuang dan wajib kami lakukan,” kata Aeman.

Pekerjaan dengan alat berat menuju hutan tutupan negara untuk meringankan beban masyarakat pelaku perusak hutan ini dikerjakan dengan volume 1 KM, “Kami kasihan kepada masyarakat yang memikul hasil bawangnya sehingga memenuhi aspirasi untuk membuat jalan ekonomi ini,” terang Aeman.

[Jr.1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.