Header Ads

Menyoal Mafia Perekrutan Tenaga Magang, Ini Kata Direktur RSUD Bima


drg H Ikhsan MPH dirut RSUD Bima
Bima, jerat.co.idPolemik terkait perekrutan tenaga magang di RSUD Bima yang terindikasi sarat kepentingan, akhirnya memaksa direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan, MPH lakukan klarifikasi.

Dijelaskannya, terkait 104 tenaga magang itu pada intinya untuk proses belajar, “Yang 104 itu memang untuk ditampung lalu dilakukan penyeleksian, bukan berdasarkan perekrutan,” kata Ihsan.

Hal ini pun telah dijelaskan kepada pihak dewan, “Saya sudah lakukan klarifikasi pada tingkat DPRD komisi IV terkait persoalan ini,” terang Ikhsan di ruang kerjanya (12/2).

Masa mengabdi sampai 5-6 bulan, bahkan menyoal adanya rekomendasi juga ditepisnya, “Rekomendasi dari mana, tidak ada yang sampai ke saya, atau ada yang mengatakan bahwa para tenaga magang ini telah mengabdi 5 atau 6 bulan. Pertanyaanya, yang bersangkutan ditempatkan di ruangan mana, ditugaskan sebagai apa atau minimal pernah menghadap siapa. Artinya ini hanya rumor saja,” tegasnya.

Jikapum ada yang direkrut, hanya 17 orang dan berdasarkan surat keputusan pihak rumah sakit, “17 orang itu benar, dan berdasarkan surat keputusan yang saya keluarkan,” tandasnya.

Di pihak lain salah satu korban, sebut saja Al via selulernya rabu (14/2) kekeh menafik pernyataan tersebut, “Gila saja jika kita masuk tanpa ada yang mengetahui, lucu pernyataan yang mengatakan tidak ada yang tahu kalau kami mengabdi sampai 6 bulan,” ketusnya.

Ia mengaku saat itu diterima dengan mengantongi rekomendasi, “Anehnya, setelah 4 bulan mengabdi kami diseleksi, dengan alasan tidak memenuhi syarat administrasi atau Surat Tanda Registrasi ( STR )  kami dikeluarkan,” ujarnya.

Anehnya, ada peserta yang juga tidak memiliki RTR justru diloloskan, “Ada teman saya yang tidak memiliki RTR malah lolos bahkan ada yang hanya memiliki RTR tapi tidak lengkap bahan juga ikut lolos, nah kenyataan ini apa tidak ada indikasi permainan pihak RSUD atau BLUD,” ketusnya.

“Tanpa persetujuan pihak RSUD mana mungkin kami berani masuk, kami bukan orang bodoh. Pihak rumah sakit sendiri yang menerima saya, bahkan saya lupa tanggalnya yang jelas bersama orang tua saya datang ke ruangannya,” katanya gusar.

[Jr.4]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.