Header Ads

Menarik. Chairunnas : “Pelajar Kita Korban Kurikulum”




Janganlah engkau meninggalkan generasi yang lemah sepeninggalmu. Ajarilah anakmu berkuda, memanah, berenang, atletik, bela diri (Al Hadist)

Bersama pemain SMPN 3 Woha, tiga diantaranya lolos seleksi POPDA tahun ini

Bima, jerat.co.id – Pernyataan ini dilontarkan Drs. Chairunnas, M.Pd kepala SMPN 3 Woha kabupaten Bima saat memantau latihan peserta Popda NTB di SMAN 1 Monta sabtu (24/2). Ketika disodori pertanyaan terkait kesiapan siswanya menghadapi UN, karena mayoritas peserta Popda berasal dari sekolah yang dipimpinnya.

Jangan karena terkungkung pada mata pelajaran sehingga mengenyampingkan konsentrasi siswa untuk berprestasi. Awalnya pernyataan ini sedikit membingungkan, menariknya adalah alasan yang coba dikemukakan oleh pria murah senyum ini.

Menurutnya, jenjang kapasitas anak menerima pelajaran harus disesuaikan dengan kadar kemampuan anak, “Jangan dipaksakan, karena itu akan sia-sia,” katanya.

Harusnya sejak dini siswa ini dikenali bakat dan keahliannya, “ Karena prestasi siswa bukan saja pada aspek akademik tapi juga bisa diraih pada non akademik seperti olah raga, dan bidang lainnya,” ujar sekkum PGRI Kabupaten Bima ini.

Lanjutnya, “Untuk itu sekolah perlu pemetaan mutu pendidikan (PMP) bakat dan minat serta perkembangan siswa sesuai karakteristik perlu jadi rujukan awal.”

Ini dilakukan karena setiap anak memiliki keahlian dan bakat yang berbeda, Jika otak kanan dominan maka otak kiri kurang, begitu pula sebaliknya, maka perlu evaluasi diri dan pemetaan, tandasnya.

Kelemahan kita saat ini adalah pembahagian jurusan dilakukan saat siswa kelas X (SMA kelas 1), pertanyaanya kapan kita akan bisa melakukan pendalaman dan pemantapan.? di sinilah saya katakan sebagai korban kurikulum formal

Cukuplah kita menjadi korban peradaban dan pendidikan in formal pra natal dan post natal, harap juara 2 kepala sekola berprestasi se NTB tahun 2015 ini .

Menutup komentarnya pria supel ini memabacakan satu ayat Wama 'utitum minal 'ilmi illa qalila
“Tidak kuberikan ilmu kepada manusia kecuali masing-masing sedikit”

[Jr.1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.