Header Ads

Ulah Oknum Aparat PT. Mutiara BBM Menuai Kecaman, Warga Tuntut Perusahaan Ditutup



Amirudin (Andre)

Bima, jerat.co.id – Tindakan arogan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat penjaga perusahaan PT. Bima Budidaya Mutiara (BBM) terhadap para nelayan di sekitar perairan laut Teluk Tanjung Mas beberapa waktu lalu, menyusul pemberitaan sebelumnya. Banyak pihak yang mengecam tindakan tersebut.

Amiruddin salah satu tokoh muda Desa Wilamaci, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, menyayangkan sikap arogan oknum aparat terhadap para nelayan. Hal ini menurutnya, telah menghianati semboyan aparat yang melindungi dan mengayomi masyarakat.

Kegerahan tokoh muda yang juga pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini memuncak setelah mendapatkan kabar adanya aksi pengrusakan alat nelayan dan pemalakan ikan hasil tangkapan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP, Brimob dan Polisi penjaga PT Mutiara BBM terhadap salah seorang nelayan dusun setempat pada, Kamis (25/1/2018) malam lalu.

Menurutnya, seharusnya pihak perusahaan yang berlokasi di Soro Nocu, Desa Doro O’o, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima ini tidak merusak tatanan kehidupan antara nelayan dengan kepentingan perusahaan.

“Jika sudah terjadi hal seperti ini tidak tertutup kemungkinan warga akan menolak kehadiran perusahaan yang hanya merugikan nelayan yang selama ini menjadikan laut sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait agar segera mengevaluasi keberadaan perusahaan yang tidak memihak kepada masyarakat nelayan dan meminta para oknum yang terlibat ditindak tegas.

“Dengan sikap oragan para oknum ini menunjukan sikap penindasan terhadap nelayan, maka kami atas nama masyarakat Dusun Tanjung Mas meminta Bupati Bima agar segera mengevaluasi keberadaan perusahaan dan meminta kepada Kapolres Bima Kota untuk menindak oknum aparat yang terlibat dalam aksi pengrusakan dan pemalakan bahkan memaki dengan kata 'setan' terhadap nelayan tersebut,” tegas pria vokal yang biasa disapa Bung Andre ini.

Penegasan itu ia sampaikan karena beberapa hari terakhir ada reaksi yang ditunjukan oleh para oknum perusahan yang meresahkan masyarakat. Jika hal ini terus dibiarkan, maka dikhwatirkan menimbulkan gejolak antara perusahaan dengan masyarakat nelayan setempat.

“Sejak ada pemberitaan media terkait ulah oknum tersebut ada reaksi yang ditunjukan. Oleh karena itu, kami meminta pihak terkait agar segera menanggapi serius persoalan yang terjadi antara nelayan dan perusahaan saat ini,” ungkapnya, Rabu, (31/1/2018).

Ia juga menegaskan saat ini telah menyatukan barisan bersama seluruh warga nelayan untuk melakukan gerakan menolak operasi perusahaan tersebut, “Jika tuntutan itu tidak segera direspon, maka kami yang mayoritas nelayan akan melakukan gerakan,” sergah Andre.

Terkait pemberitaan, pihak perusahaan masih terus dikonfirmasi. Sementara salah satu orang dalam perusahaan yang coba dikonfirmasi terkait pemberitaan tidak berani memberikan keterangan. “Saya tidak tahu, Itu bukan kewenangan saya, silakan hubungi langsung pimpinan perusahaann terkait peristiwa itu,” katanya sembari menutup telepon selulernya, saat dihubungi wartawan.

[Jr.1]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.