Header Ads

Sorot Kinerja BPD, Karang Taruna Desa Nata Inisiasi Audensi

audensi yang dilakukan di kantor desa Nata
Bima, jerat.co.id  - Peran aktif masyarakat dianggap paling efektif dalam melakukan pengawasan penggunaan dana desa yang jumlahnya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Sadar dengan hal ini, karang taruna bersama masyarakat Desa Nata, sebagai wujud partisipasi mereka terhadap pengawalan Alokasi Dana Desa (ADD) menggelar audensi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Karena keberadaan BPD desa Nata dinilai tidak maskimal mengawal penggunaan dana desa, sehingga senin (15/1) diinisiasi karang taruna, sejumlah warga desa Nata menggelar audensi dengan BPD yang dianggap apatis terhadap segala program yang dijalankan pemerintah desa.

Menurut mereka, banyak program desa yang menelan anggaran hingga puluhan juta tidak terlaksana seperti yang diharapkan, seperti salah satunya pembuatan Bak Air Dengan anggaran 40 juta belum selesai hingga batas waktunya habis.

Hal itu diajukan salah satu warga Jauhar yang menuding keberadaan lembaga BPD tidak peka terhadap kapasitas dan kewenangannya mewakili masyarakat, “Itu baru salah satu program di tahun 2017 yang belum tuntas dikerjakan, masih banyak lagi kegiatan yang bersumber dari dana desa ini yang belum maksimal dilakukan. Pertanyaanya adalah dimana peran BPD sebagai pengawas di desa,” kecamnya.

Dihadapan sejumlah anggota BPD Jauhar juga lebih tajam menuding bahwa indikasi konspirasi sengaja terbangun antara BPD dengan Pemerintah Desa, “Jika keberadaan BPD hanya untuk memuluskan praktek korupsi yang dilakukan bersama pemerintah desa, makan akan lebih baik BPD ini dibubarkan saja,” Tandasnya.

Menanggapi hal itu ketua BPD Sahrudin, S.Pd mengaku justru memiliki sekat komunikasi dengan pihak desa, “Dengan audensi kali ini, akan menjadi pijakan kami untuk mengambil sikap, bahkan bila perlu kita akan melakukan audensi langsung dengan kepala desa,” terangnya di hadapan peserta di aula kantor desa setempat.

Sahrudin juga merasa wajar jika masyarakat menuding lembaganya sedemikian rupa, “Sah-sah saja warga berpikir demikian, kendati sesungguhnya kami beberapa kali telah menyampaikan kepada pihak desa untuk mengedepankan asas transparan dan akuntabel, namun sebatas itu, pemdes justru tidak terlalu merespon,” terangnya.

Forum audensi  itu berlangsung hingga siang dan berjalan lancar dalam pantauan Kapolpos Palibelo.

[Ages]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.