Header Ads

Normalisasi Saluran Dam Pela Parado, BWS Dituding Tidak Bertangungjawab



kondisi saluran utama, aliran air melawan arus
Bima, jerat.co.id – Bukannya menjadi lebih baik, tapi mega proyek normalisasi saluran irigasi Dam Pela Parado yang dikerjakan oleh PT Indopenta Bumi Permai dengan anggaran mencapai 17 Milyar lebih tersebut menyisakan masalah bagi masyarakat di sejumlah kecamatan.

Pasalnya pekerjaan yang menuai kritik sejak awal ini yang entah kapan dinyatakan selesainya justru sudah semakin buruk dari keadaan semula.


Berbagai kritikan yang diarahkan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I diantaranya pengerukan irigasi yang sangat asal-asalan, normalisasi DAS desa Pela dan Simpasai yang juga disorot bahkan sejumlah fasilitas vital yang dirusak pihak pelaksana tidak dibangun kembali seperti saluran pembuangan air dari arah cekdam dusun sori owo desa Tangga, pintu air Dam Tangga serta pintu air pembagi irigasi yang berada di RT 14 sehingga menjadikan air meluap dan pemukiman warga tergenang.

Sabtu (13/1) hujan mengguyur kecamatan Monta, khususnya desa Tangga sejak siang hingga pukul 21.13 wita. Akibat hujan ini, erosi menggerus bebatuan dan lumpur gunung dari parit sori owo menumpuk ke saluran utama irigasi dam pela parado. Akibatnya, saluran (seperti pada gambar-red) tertimbun sepanjang 30 meter.
ujung saluran parit sori owo langsung ke saluran utama

Kejadian ini mengakibatkan air meluap dan masuk ke pemukiman warga karena daya tampung saluran sudah tertimbun bebatuan dan lumpur. Aliran air sungai dari dam pela parado menuju dam tangga terpaksa ditutup.

Ruslan, S.Pd salah satu tokoh pemuda setempat menuding pihak BWS sengaja membuat kondisi ini semakin buruk, “BWS tidak bertanggungjawab atas pekerjaan yang dilakukan oleh PT Indopenta Bumi Permai,” tandasnya.


Saluran pembuangan parit sori owo, dibangun dengan anggaran ratusan juta beberapa tahun lalu sudah dirusak, “Pelaksana telah pergi entah kemana, tanggungjawab BWS tidak ada sama sekali dan membiarkan bebatuan dan lumpur masuk ke saluran utama,” kecamnya.

Konfirmasi langsung Jerat ke warga RT 14 desa Tangga, mereka mengancam akan melakukan boikot sejumlah fasilitas umum seperti jalan raya, kantor kecamatan dan akan menguasai Dam Pela Parado, “Kami akan turun ke jalan bersama seluruh warga yang berdampak banjir,” kata Khairani salah satu warga.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Asdin Julaidin, ST MT yang sempat berkunjung ke lokasi ini pada 9 desember lalu berjanji akan segera melakukan pengerjaan saluran yang dimaksud, “Ini kami bersama pelaksana, besok juga bisa dilakukan,” katanya saat itu.

Namun hingga berita ini diturunkan, pekerjaan yang dimaksud belum juga ada tanda-tandanya sementara masyarakat sekitar telah merestui lokasi tersebut untuk digunakan.

[Leo]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.