Header Ads

Menyoal Realokasi PKM Palibelo, Warga Mulai Gusar



kondisi proyek
Bima, jerat.co.id - Polemik Pelaksanaan proyek realokasi puskesmas (Pkm) Palibelo kabupaten Bima NTB terus berkembang. Pasalnya, pekerjaan yang ditargetkan 90 hari kalender yang telah dimulai pada tanggal 8 september 2017 itu belum juga tuntas dikerjakan sementara limit waktunya telah habis.

Selain itu, mega proyek senilai 6,207 milyar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikerjakan oleh PT Rafa Unggul Sejahtera Langgeng ini juga diduga tidak sesuai bestek dan RAB.

Kondisi ini menuai tudingan sejumlah warga yang mulai gusar, Salahuddin.S.Pd misalnya, salah satu aktivis Palibelo yang cukup dikenal dengan keberaniannya menguak berbagai konspirasi jahat, mengecam pihak pelaksana yang tidak mau terbuka dengan pembangunan, “Padahal informasi itu penting bagi kita selaku warga Teke sesuai Dengan UU nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik” ungkapnya.


Aktivis asal desa Teke ini mengaku sering ke lokasi proyek sekedar ingin mengetahui garis besar seputar penggunaan anggaran sesuai atau tidak dengan gambar dan RAB, namun pihak pelaksana tidak pernah ada di lokasi, atau mungkin sengaja menghindar. “Hal ini semakin besar kecurigaan kami terlah terjadi konspirasi dibalik mandeg dan tertutupnya informasi pelaksanaan proyek ini,” tudingnya senin (01/01/18).

Salahuddin semakin gusar dengan batas waktu yang ditentukan, harusnya ini dapat dijelaskan kenapa hingga detik ini teguran dan pinalti tidak juga diberikan kepada pihak pelaksana. Jelas dengan waktu yang ada, pihak pelaksana melanggar ketentuan dan ini menjadi pertanyaan besar kami, tandasnya.

Untuk itu ia berharap Bupati Bima segera mengevaluasi dan memanggil pihak pelaksana yang tidak terang telah membangkang atas kesepatan yang dibuatnya pada saat pekerjaan ini diterima, “Sikap premanisme dan semau gue pelaksana justru belum mendapat teguran dari pemerintah daerah, sebab hingga hari ini pelaksana tenang-tenang saja dengan pinalti yang telah dilakukan, yang sebenarnya ini memancing reaksi kami untuk melakukan aksi demo,” ujarnya.

Di lain pihak Kepala pukesmas palibelo Hj Suharti yang dikonfirmasi minggu lalu, tidak mau banyak komentar Dengan pembangunan puskesmas palibelo, "Langsung ke Dinas kesehatan saja, tanyakan pada Bapak Farid karena beliau yang lebih kompeten dan memiliki kewenangan untuk menjelaskan persoalan ini,” harapnya.

Sementara sumber yang dimaksud yang tidak lain selaku pejabat yang ditunjuk untuk mengawasi proyek justru enggan memberikan informasi, “Saya di luar daerah sedang melayat keluarga yang meninggal dunia,” jawab farid tanpa ingin memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan melalui WA.

[Ages]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.