Header Ads

RSUD Tolak Pasien Rawat Inap, Ini Kata Alumni STISIP Mbojo


Anwar alumni STISIP Mbojo Bima

Bima, jerat.co.id Aksi demo yang digelar puluhan mahasiswa STISIP Mbojo Bima di depan gedung kantor dinas pertanian tanaman pangan dan hortikultura (Dispertapa) kabupaten Bima yang berakhir kisruh beberapa hari lalu, mengakibatkan 6 orang mahasiswa mengalami luka-luka.

Para korban yang kemudian dilarikan ke RSUD Bima untuk mendapatkan perawatan medis tersebut langsung ditangani pihak rumah sakit, kendati demikian pihak RSUD Menolak untuk dilakukan rawat inap dengan alasan luka yang diderita pasien tidak terlalu parah.

Penolakan tersebut menuai kritik dari Anwar salah satu alumni kampus orange ini, menurutnya pihak rumah sakit telah membatasi hak pasien untuk memperoleh pelayanan yang maksimal, “Bukan persoalan luka ringan atau luka berat yang diderita pasien, namun penolakan dokter dengan alasan ini sangat tidak tepat dan tidak dapat diterima, apalagi kondisi pasien saat itu cukup parah,” paparnya di depan kantor Dukcapil

Saya malah curiga, kehadiran pasien korban kisruh aksi demo ini membuat pihak RSUD dalam posisi dibawah tekanan, sebab dokter yang menangani pasien saat itu terkesan berbelit-belit memberikan keterangan medis, antara menolak dan mengabulkan keinginan pasien untuk dirawat inap, ketus Anwar.

Di tempat terpisah Heru Joko Setiyono, SKM kabid pelayanan pelayanan RSUD Bima membantah hal tersebut karena menurutnya  prinsip Rumah sakit tidak pernah menolak pasien dengan kondisi apapun, seluruh pasien berhak mendapatkan pelayanan yang sama, katanya.

Kapasitas rumah sakit juga harus menjadi salah satu pertimbangan pihak pasien, “Karena daya tampung yang terbatas, pihak rumah sakit  terpaksa harus sepakat dengan pihak pasien untuk penempatannya,” terang Heru siang tadi.

Dijelaskan pula, pandangan masyarakat tentu berbeda dengan analisis dokter terhadap kondisi pasien, jadi atas pertimbangan medis yang tepat maka rujukan untuk penanganan status berat ringan setiap pasien telah dipertimbangkan secara matang oleh dokter, pungkasnya.

[Idhul]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.