Header Ads

Pembangunan Jembatan Gantung Kelurahan Rontu, Dua Pedagang Jadi Korban


pekerjaan jembatan gantung selesai, para pekerjanya kabur bersama hutang

Kota Bima jerat.co.id – Kehadiran proyek pembangunan jembatan gantung di kelurahan Rontu Kota bima seharusnya menambah incom bagi warga sekitar, namun tidak demikian yang dialami dua warga Rontu ini.

Belasan juta barang dagangannya raib  dibawa kabur pekerja proyek. Suharti dan Anita adalah pedagang sembako di sekitar pembangunan, yang saban hari melayani kebutuhan para pekerja.

Selama tiga bulan pekerjaan, Eko dan Bayu menjadi langganan tetap di dua toko sembako ini, selama mengambil barang kedua orang ini berhutang dengan janji membayar setelah gajian.

Eko dan Bayu bersama 6 orang anggota selalu utang setiap hari, berbagai macam kebutuhannya sehingga mencapai Rp.4.400.020 salama 3 bulan lebih Begitupun Suharti, diakumulasi mencapai  Rp. 10.000.000 sehingga kerugian Suharti dan Anita berjumlah 14.000.000 dibawa kabur. “Sampai sekarang tidak ada kabarnya,” keluh mereka kamis kemarin.

Dua korban ini juga sempat mendatangi kediaman Eko dan Bayu, “Pada tanggal 20 bulan sepuluh lalu kami mendatangi baskem mereka  untuk menagih, tapi alasan mereka belum gajian,” terangya.

Selang 2 bulan anita dan suharti menagih kembali utangnya, “Selalu dijawab belum keluar gaji dan selama kami menagih selalu beralasan belum kelurga gaji ungkapan suharti dan anita Masuk 3 bulan lebih, eko dan bayu menghilang seketika tanpa diketahui keberadaannya.” Keluhnya kecewa.

Bahkan nekat Anita mendatangi baba Coan biasa disapa, selaku kontraktor proyek tersebut guna menceritakan tentang utang para pekerjanya, “saya kira udah dibayar semua, klo untuk masalah utang, itu urusan eko dan bayu, transportasi mereka saja saya yang tanggung masak harus menanggung hutang,” ujar Anita mengulas keterangan baba coan

Tidak sampai disitu, seminggu kemudian Anita menghubungi Bayu via telpon beralasan sedang berada di Wawo lalu bersama suami, anita mendatangi alamat yang ditunjuk Bayu, “Setelah saya bersama suami sampai di wawo, ternyata kami dobohongi karena di sana tidak ada yang mengenal Bayu,” keluhnya penuh kecewa.

Belum diketahui Bayu dan Eko ini berdomisili di mana.

[Idhul]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.