Header Ads

Lahan Rontu Mulai Bermasalah



Ditipu Calo Tanah, Puluhan Warga Keli Datangi Polsek Monta



M. Haryadin, S.Sos bersama Bripka Edy Prayitno
Bima, jerat.co.idPuluhan warga desa Keli kecamatan Woha kabupaten Bima NTB senin (11/12) mendatangi Mapolsek Monta, melaporkan tindak pidana penipuan yang diduga dilakukan oleh 3 orang warga dusun Tanjung Baru desa Tangga Baru kecamatan Monta.
Lebih dari 30 orang korban ini meminta pihak kepolisian agar memanggil para pelaku untuk mengembalikan uang sekitar 40 juta lebih yang telah diambil.

Dengan menyertakan sejumlah kuitansi bukti uang yang telah diberikan, para warga yang diwakilkan oleh Haeda (40th) melaporkan secara resmi kasus ini.

Usai memberikan laporan Haeda mengaku, para warga tersebut menyerahkan uang pada Skn, Rsd dan Br untuk menyewa lahan garap tanam bawang di So Rontu desa Tanggabaru. Namun ternyata lahan yang mereka sewa itu masih dalam sengketa sehingga para warga yang hendak menggarap merasa terancam, “Saya menyewa 9,5 juta mewakili teman-teman lain, sementara seluruh warga yang menjadi korban berfariasi antara satu hingga tujuh jutaan, Kami tidak ingin menggarap lahan tersebut karena status lahan masih diklaim oleh warga sekitar,” terang Heda.

Perwakilan puluhan warga yang hadir, ditemui di ruang Kapolsek Monta M. Haryadin, S.Sos menjelaskan, “Para warga ini hanya menginginkan uang mereka kembali, karena sudah tidak ingin menggarap lahan tersebut. Melalui Kapolsek Monta kami berharap agar para calo ini dihadirkan di Mapolsek guna mengembalikan uang warga,” ungkap pria yang juga masih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bima ini.

Mantan wartawan ini menegaskan agar para tersangka mau kooperatif untuk mengembalikan hak para korban, “Karena jika tidak, para korban akan melanjutkan kasus ini agar ditangani secara hukum,” katanya.

Di tempat yang sama Kapolsek Monta IPTU Edy Prayitno berjanji akan menghadirkan tiga tersangka pada hari kamis mendatang, “Kasus ini dapat dikenakan sangksi hukum 4 tahun penjara, dan bisa ditahan,” tegasnya.

Untuk hari ini pihaknya baru menerima pengaduan, “Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan seluruh saksi untuk dibuatkan BAP Laporan Polisinya,” terangnya.

Mengupas sedikit kedudukan lahan Rontu saat ini, lahan seluas lebih dari 30 Ha tersebut adalah hasil garapan warga transmigrasi lokal asal desa Tangga kecamatan monta pada tahun 1966 dan terbangunlah satu dusun Rontu sehingga sejak saat itu warga desa Tangga yang menetaplah yang menggarapnya.

Dalam kurun waktu lebih setengah abad warga desa Tangga terus membentuk lahan agar dapat digarap sempurna. Namun kabar yang sangat mencengangkan sejak beberapa tahun terakhir bahwa lahan itu telah diterbitkan sertifikat oleh Arifin (almarhum) warga asal kota Bima.

Berdasarkan kepemilikan sertifikat itu, Adi Mahyudi putra almarhum H. Arifin mempercayakan tiga orang (Skn, Rsd dan Br) untuk menjaga lahan tersebut, sehingga dengan modal surat kuasa dan sertifikat tanah yang dipegannya ke tiga orang ini menawarkan lelang atau sewa lahan tersebut, sehingga para warga dibuat percaya.
Namun warga yang merasa telah membentuk dan menggarap lahan ini sejak pertama kali tidak terima lahan tersebut dikuasai oleh orang lain dalam bentuk apapun, sehingga para warga yang terlanjur menyewa lahan tidak berani menggarap.

[Leo]  

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.