Header Ads

Tarik Ulur PLT Kades, BPD Parado Rato Kecewa



Surat pengajuan oleh BPD
Bima, Jerat Online - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Parado Rato, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima-NTB mengaku kecewa dengan sikap Camat Parado dan DPMDes Kabupaten Bima. Pasalnya, setelah tiga kali mangajukan rekomendasi nama Pelaksana Tugas Harian (Plt) Kades Parado Rato hingga hari ini belum ditanggapi.

Ketua BPD, Suhaimin Abdollah dan anggota BPD lain yang ditemui wartawan di Desa Parado Rato, Sabtu (15/10/2017) mengatakan, pengajuan nama Plt kades dilakukan setelah penjabat lama Jufrin, SE, ASN di Kantor Camat Parado mengundurkan diri dengan mengajukan surat tertanggal 2 Oktober 2017.

Oleh karena itu, Camat Parado Baharuddin, S.Sos meminta BPD agar segera melakukan rapat untuk mengajukan pejabat pengganti. Setelah dilakukan rapat pleno, akhirnya disepakati untuk mengusulkan dua nama yaitu, Hamzah, S.Sos jabatan Sekcam Parado dan Rudiansyah, S.Sos, ASN di kantor camat Parado.

Setelah dua nama tersebut diajukan ke Camat dan diantar ke
DPMDes Kabupaten Bima ditolak dengan alasan nama Plt harus diajukan tunggal atau hanya satu nama yang diusulkan. Kemudian BPD kembali melakukan rapat pleno dengan kesepakatan mengusulkan satu nama yaitu, Hamzah, S.Sos, tetapi ditolak oleh Camat dengan alasan penjabat yang diusulkan selain kepala urusan administrasi juga memiliki banyak kesibukan di kantor, jadi tidak memungkinkan menjabat Plt Kades.

Mendapati hal itu, lanjut dia, BPD kemudian melakukan rapat pleno ketiga. Dengan berbagai pertimbangan dan melihat calon figur yang memiliki banyak pengalaman saat bertugas di Kecamatan Monta, akhirnya seluruh anggota BPD sepakat mengajukan nama Muktamirin, S.Ip, Kasi Trantib sebagai Plt Kades yang dibuat dalam berita acara Nomor: 010/BPD.pr/X/2017 tertanggal 3 Oktober 2017.

"Setelah dilakukan rapat, surat keputusan langsung diantar ke Camat, lalu kami menuju BPMDes untuk menyampaikan keputusan final, selanjutnya surat tembusan disampaikan kepada Bupati Bima," katanya.

Namun, ia mengaku kecewa setelah tiga kali mengajukan nama Plt masih saja
ditolak oleh Camat. Ia menduga ada permainan dalam pengajuan Plt karena Camat menginginkan orang-orang tertentu untuk menjabat Plt Kades Parado Rato.

"Hal itu diketahui setelah empat hari surat diajukan, ternyata Camat masih menolak dengan alasan masih ada orang Parado yang akan menjabat Plt Kades Parado Rato, alasan ini terkesa aneh dan diskriminatif," katanya mengutip sebagian pernyataan Camat.

Pria yang dikenal cukup vokal ini menyayangkan sikap camat yang mengabaikan kepentingan umum, "Seharusnya Camat menghargai keputusan BPD bukan menghabat. Otomatis pasca pengunduran diri Plt lama roda pemerintahan dan pelayanan di desa pincang," tuturnya.

Ia menjelaskan, alasan tidak terpilihnya ASN yang berdomisi di Kecamatan Parado karena di dalam pembahasan rapat ada beberapa pertimbangan yang diambil, salah satunya dikhawatirkan menjelang pemilihan kepala desa serentak November 2018 mendatang tidak netral dan memiliki embel-embel lain

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka diputuskan mengambil ASN yang berdomisili di luar Parado, itu sudah final. Rekam jejak ASN yang dipilih sudah diketahui bahkan selama menjabat Plt dua desa di Kecamatan Monta tidak ada cacat sedikit pun dan sukses mengatarkan terpilihnya kades baru. Selain itu, ia juga pandai agama, bisa khutbah dan ceramah seperti inilah pemimpin yang diinginkan warga Parado Rato," paparnya.

Semetara terkait pernyataan tersebut, Camat Parado dan Kepala
DPMDes belum dapat dikonfirmasi.

[Leo]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.