Header Ads

Tangan ‘Dingin’ Rifial, Optimis SMKN 4 Bima Lahirkan Generasi Siap Pakai


M. Rifial Akbar, SE.AL

Bima, Jerat Online – Menjadi kepala sekolah di usia 35 tahun M. Rifial Akbar, SE.AL menjadi kepala SLTA termuda se NTB, merupakan modal besar bagi kemajuan pendidikan, energik dan inofatif.

Tidak heran jika sekolah ini sejak dua tahun terakhir dibawah kendalinya telah memberi kemajuan yang sangat signifikan, baik dari segi jumlah siswa maupun fisik sekolah lebih-lebih kompetensi peserta didik, “Awal saya masuk tahun 2015 jumlah siswa sekitar 200san meningkat tahun berikutnya mencapai 300 dan tahun ini 405 siswa,” terangnya saat jumpa pers kamis (19/10/17).

Rifial dengan pola kepemimpinanya yang aspiratif sehingga menguntungkan sekolah untuk terus berapresiasi untuk mengembangkan diri, berbagai masukan dan ide terus difaktualkan sehingga dalam waktu singkat membawa sekolah ini menjadi sekolah percontohan ketahanan pangan dibidang kemaritiman.

Berbagai program yang menjadi agenda pentingnya diantaranya membangun asrama siswa dengan pertimbangan untuk optimalisasi penerapan dan penyerapan pendidikan serta memberikan kenyamanan para siswa untuk fokus belajar. “Secara perlahan kami akan segera mewujudkannya, selain itu sanitasi dan pagar sekolah juga menjadi sangat penting untuk segera dibenahi,” terangnya.

Bukan hanya fisik sekolah, tahun ini Rifial membuka program baru yakni agro bisnis budidaya ikan air payau dan laut setelah sebelumnya awal menjadi kepala sekolah tahun 2015 membuka program Nautika kapal penangkapan ikan, “SMKN 4 Bima tahun depan akan di bantu 1 unit kapal penangkapan ikan dari Dikpora provinsi NTB, Bantuan berupa sarana seperti kapal,alat praktek, RPS,dan lainnya tentu ada standardisasi oleh dinas Dikpora dan kementerian tp standarnya yg utama adalah pada peningkatan jumlah peserta didik dan luas lahan. Papar KEPSEK yang juga Bendahara Umum KNPI kabupaten Bima ini.

Selain itu pria supel ini memiliki cara pendang global untuk melahirkan calon tenaga siap pakai, “Bukan hanya keahlian yang harus dibekali, para siswa juga harus berkarakter dan memiliki akhlak sehingga secara rutin minimal sekali dalam 3 bulan kami mengundang pihak medis untuk melakukan tes urine untuk siswa. Disamping itu keterlibatan anggota TNI Polri juga dibutuhkan untuk melatih kedisplinan dan mental siswa,” urainya.

Disisi lainnya. Sy sadar bahwa dlm kepemimpinan sebagai kepsek ada kelebihan dan ada kekurangan sebagai manusia biasa tentu ada kelemahan dlm memimpin sebuah lembaga tp bukan kelemahan dan kekurangan sy nina bobo kan namun sy harus perbaiki dan berbenah sampai kita menjadi yg terbaik. Paparnya.

Seperti yang diutarakan Syamsudin, S.Pd keretaris komite, Pola kemitraan tidak hanya terjalin dengan sebagian komponen, komunikasi aktif terus terjalin dengan Komite sekolah bahkan ormas seperti karang taruna juga tetap terbina, “Bersama masyarakat sekitar sekolah juga memiliki kedekatan yang terjalin baik dengan pola kemitraan dibidang home industri maupun dengan kegiatan kemasyarakatan dan olah raga,” papar syamsudin yang juga hadir saat itu.

Potret tersebut diakui Sejumlah guru dan wakasek yang hadir sejak kepemimpinannya sekolah kini telah banyak kemajuan terutama secara fisik seperti ketercukupan alat praktek yang nilainya milyaran rupiah, “Sekarang kami telah memiliki 4 ruangan praktek,” ungkap salah satu guru.

[Leo]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.