Header Ads

SMKN 4 Bima Sekolah Contoh Pertahanan Pangan


tampak depan SMKN 4 Bima

Bima, Jerat OnlineSMKN 4 Bima yang berlokasi di desa Rompo kecamatan Langgudu kabupaten Bima-NTB berdiri sejak tahun 2004.

Sekolah kejuruan dengan jumlah tenaga pendidik sebanyak 60 orang ini terbilang memiliki siswa terbanyak diantara sekolah kejuruan lainnya di Kabupaten Bima dengan jumlah siswa mencapai 405 orang siswa.

Dengan 2 bidang keahlian yang terbagi menjadi 6 program kopetensi tidak salah sekolah ini dinobatkan sebagai sekolah percontohan Pertahanan Pangan di bidang kemaritiman tingkat NTB.

Dengan predikat itu sekolah ini membuka beberapa jurusan yakni Bidang keahlian Kemaritiman Dengan program kopetensi keahlian terbagi Agro bisnis perikanan air tawar, perikanan air payau dan laut, Agrobisis pengolahan hasil perikanan dan Nautika kapal penangkapan ikan sementara Bidang keahlian Argo bisnis dan argo tekhnologi dengan program kopetensi keahlian Argo bisnis ternak rumansia dan tekhnik Jaringan dan informatika, “Kedepan kami akan buka program nautika kapal niaga sehingga 10 tahun akan datang kapten dan nakhoda kapal di pelabuhan Bima merupakan alumni SMKN 4,” ucap M. Rifial Akbar, SE.AL kepala sekolah.

Selama dua tahun menyandang sekolah contoh, sejumlah dukungan yang masuk di sekolah ini terus mengalir baik dari pemerintah propinsi maupun pusat, “Menjadi sekolah contoh ini dengan melalui penilaian data base peningkatan jumlah siswa dibidang kemaritiman, dengan berbagai produk yang menjadi icon sekolah seperti pengasapan ikan, produksi abon dan peternakan sapi serta sejumlah produk lainnya sehingga dukungan dana pembangunan seperti RKB dan RPS terus masuk bahkan alat praktek berstandar perguruan tinggi,” katanya kamis kemarin.

Dengan tingginya animo masyarakat untuk menjadi siswa di sekolah ini, saat ini ruang kelas masih terbatas, “Saat ini ruang tersedia hanya 10, sehingga untuk memenuhi kebutuhan terpaksa kami sekat 6 ruangan dari 16 rombel,” kata ketua MKKS Kabupaten Bima ini.

Selain kekurangan ruang kelas, sekolah yang juga berposisi sebagai SMK Berbasis industri se pulau sumbawa ini masih belum memiliki ruang guru dan ruang tata usaha.

[Leo]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.