Header Ads

Normalisasi Irigasi Dam Pela Disorot, Pelaksana Diduga Mark Up Anggaran


Camat Monta ketika memberikan klarifikasi dihadapan pendemo

Bima, Jerat Online – Gerah dengan ulah pihak pelaksana dalam hal ini PT Indopenta Bumi Permai dalam pengerjaan proyek normalisasi saluran irigasi Dam Pela Parado senilai 17 Milyard lebih, sejumlah warga terpaksa turun jalan.

Aksi protes yang dimotori DPC LSM Kipang Bima bersama Koalisi masyarakat tiga desa (Pela, Simpasai dan Sie) ini digelar di depan kantor camat monta senin (28/8) dengan sederet tuntutan diantaranya pengerjaan proyek yang dinilai tidak sesuai dengan hasil sosialisasi, lokasi proyek yang tidak tepat sasaran yang mengorbankan kepentingan pembangunan tiga desa tersebut yang tercatat mengalami dampak kerusakan paling parah, serta menuntut tanggungjawab pelaksana atas kerugian negara yang ditaksir mencapai milyaran rupiah.

Pada orasinya Al Fathir yang bertindak sebagai korlap, menggugat operasi proyek yang sangat mengenyampingkan kepentingan masyarakat dan dinilai sengaja menipu warga. Ia menuding pelaksan seperti kucing-kucingan dalam menggunakan anggaran negara yang bernilai belasan milyar tersebut, bahkan pelaksanaan kegiatan proyek dilakukan sekehendak hatinya.

Tiga desa telah dikorbankan, Pelaksana dan BWS harus bertanggungjawab atas kerugian masyarakat ini yang tersingkir dari pemanfaatan anggaran negara, tegasnya.

Kader Jaelani pimpinan cabang DPC LSM Kipang Bima juga menimpali, aksi ini dilandasi kegusaran kami selaku warga masyarakat penerima manfaat atas anggaran negara yang sengaja dialihkan oleh PT Indopenta Bima Permai, akibatnya kami yang ada di desa Simpasai, Pela dan desa Sie harus tetap mengalami dampak dari saluran Dam Pela Parado yang telah rusak.

Aksi yang berlangsung sekitar dua jam itu berjalalan aman dikawal langsung jajaran Polsek Monta, kendati pihak pelaksana tidak hadir memberikan klarifikasi namun Camat Monta Muhtar, SH di hadapan masyarakat berjanji akan mengundang pihak pelaksana untuk menggelar pertemuan sekaligus klarifikasi tuntutan warga.

Selain  tuntutan tersebut, Pelaksana akan dimintai tanggungjawab atas normalisasi saluran irigasi yang telah dikerjakan, yang hingga berita ini ditulis pekerjaan tersebut dinilai sebagai tindakan penipuan.

[Leo]   

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.