Header Ads

Penguatan Kapasitas Perangkat Desa, Bupati Targetkan Peningkatan SDM



Bupati Bima Hj Indah Damayanti putri di Workshop penguatan aparat desa
Bima, Jerat online - Selasa ( 11/7) bertempat di aula SMK 3 Kota Bima Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri membuka secara resmi kegiatan program penguatan kapasitas perangkat desa dalam implementasi UU desa yang Pro Poor dan Inklusif melalui system Informasi desa terintegrasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama kemenko PMK RI DR. Drs. Yohan, M.Si, Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Kedeputian VII Kemenko PMK Melkianus Kebos, S.Stp, Lecture FISIP, Departemen Sosiologi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dari Freiderich – Ebert – Stiftung ( FES Indonesia Jakarta)) Mian Manurung yang juga sebagai narasumber, Para Asisten, para Kepala SKPD / OPD, Unsur Bappeda kabupaten Bima,Pimpinan Perguruan Tinggi, Pendamping Desa, LSM, Organisasi Mahasiswa, Organisasi Kemasyarakatan, camat, Para kepala Desa Se – kabupaten Bima serta para pendamping desa.

Bupati Bima dalam arahan, dengan adanya program penguatan Kapasitas Perangkat Desa ini i merupakan salah satu program kegiatan dalam rangka penguatan aparatur desa yang menekankan pada aspek afektif dan kongitif sehingga para aparatur perangkat desa dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang azaz dan prinsip Undang – Undang desa, terutama aza rekongnisi dan subsidiaritas, kewenangan desa, proses perencanaan dan pegnanggaran desa serta identifikasi dan potensi pengembangan media informasi yang ada di desa.

Untuk itu dalam rangka mencapai program penguatan kapasitas aparatur desa ini, dipandang perlu untuk meningkatkan kapasitas SDM pelayanan, mengingat bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur pelayanan memiliki peran strategis sebagai pendorong (key leverage) dari reformasi birokrasi, sehingga arah kebijakan pembangunan di bidang aparatur adalahmeningkatkan profesionalisme, netralitas dan kesejahteraan SDM aparatur.

Peningkatan kualitas SDM aparatur diarahkan untuk mewujudkan SDM aparatur yang profesional, netral, dan sejahtera. Hal tersebut mengindikasikan sangat pentingnya profesionalitas aparatur dalam rangka meningkatkan dalam pelaksanaan tugas administrasi pemerintah desa.

Salah satu bentuk upaya peningkatan sumber daya manusia, aparatur pemerintahan baik yang berada di kecamatan maupun di desa dapat meningkatkan pelayanan di kecamatan, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu dengan adanya kegiatan seperti ini saya menyambut baik kegiatan pelatihan bagi aparatur pemerintahan kecamatan dan desa, sehingga diharapkan dengan pelatihan ini aparatur pemerintahan ini dapat memahami kebijakan pemerintah tentang pemerintahan, manajemen, kewenangan, kelembagaan, keuangan, dan kekayaan di kelurahan dan kecamatan serta dapat merencanakan pembangunan, produk hukum, administrasi, penataan wilayah dan pelaporan penyelenggaraan pemerintahan, ehingga aparatur pemerintah kecamatan dan desa dapat melaksanakan tugas dan fungsinya selaku pelayan masyarakat serta dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Aspek-aspek atau bidang yang hendak dibangun ditingkat pemerintahan desa/pemeritahan terendah adalah profesionalisme aparat pemerintah desa dalam pelaksanaan tugas-tugas administrasi pemerintahan, disamping memperkuat partisipasi masyarakat dan kelembagaannya serta aspek-aspek lainnya.

Keberadaan aparat desa yang juga diserahi tugas dibidang administrasi, menduduki posisi yang sangat penting karena sebagai organ pemerintahan yang paling bawah.

Dengan demikian aparat desa dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari, terutama yang berhubungan dengan penyajian data dan informasi yang dibutuhkan, semakin dituntut adanya kerja keras dan kemampuan yang optimal guna memperlancar pelaksanaan tugas pemerintahan sekaligus dapat mewujudkan good governance memerlukan unsur profesionalisme dari aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan publik.

Profesionalisme disini lebih menekan kepada kemampuan, keterampilan dan keahlian aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang responsif, transparansi, efektivitas dan efesien. Dinda berharap semoga dengan adanya program ini keberadaan Penguatan aparatur desa ini memegang peranan yang sangat penting untuk melaksanakan tugasnya di desa, sebagai salah satu faktor yang mempunyai nilai tersendiri untuk mewujudkan kemajuan desa sehingga melalui kegiatan ini diharapkan para aparaur desa dapat melaksanakan tugasnya dalam rangka membangun desannya sekaligus mendukung kelancaran tugas maupun program yang dilaksanakan oleh kepala daerah di desanya masing – masing.

Kepala Bappeda kabupaten Bima Drs. H.Muzakkir, M.Sc dalam laporan program ini merupakan salah satu program kegiatan kerjasama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Kemenko- PMK) bekerjasama dengan Freiderich – Ebert – Stiftung ( FES Indonesia Jakarta). Pada tahun 2016 program tersebut telah dilaksanakan di 3 (tiga) Kabupaten yakni Cianjur Jawa Barat, Bima – NTB dan Kutai kartanegara Kalimantan Timur dan masing – masing Kabupaten mencakup 4 (empat ) s/d 5 (lima) pendamping. Adapun kegiatan utama dalam program ini yaitu Workshop penguatan aparatur desa yang menekankan pada aspek afektif dan kongkrit dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang aza dan prinsip UU desa, sedangkan dalam On Job Training dimulai dengan Musyawarah desa tentang pentingnya media informasi di desa dilanjutkan dengan melakukan praktik penggunaan instrument sisten informasi desa dan kawasan pedesaan.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu adanya indentivikasi perubahan yang dialami oleh desa, baik secara individu kepala desa / perangkat desa maupun kelembagaan di desa serta identivikasi manfaat keberadan system informasi di desa.

[Hum]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.