Header Ads

Kasus SMAN 1 Monta, Penyidik Mulai Periksa Saksi


proses pemeriksaan saksi di ruangan penyidik tipikor polres panda

Bima, Jerat Online – Indikasi mark Up dana BOS di SMAN 1 Monta yang dilaporkan selasa pekan lalu di reskrim tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Bima kabupaten, hari ini Rabu (14/6) memasuki tahap pemeriksaan saksi-saksi.

Di ruang tipikor Suharlin, S.Sos selaku pelapor didampingi sejumlah saksi yang dihadirkan diantaranya dua orang guru dan satu orang anggota komite membeberkan semua keterangan yang mengarah pada dugaan penyimpangan dana BOS dan tanda tangan palsu yang dilampirkan pada laporan SPJ yang telah diajukan.

Usai melengkapi laporannya Suharlin mengatakan, laporan ini sebagai upaya untuk mengembalikan SMAN 1 Monta sebagai wadah mencerdaskan kehidupan bangsa yang bermartabat dan berbudi luhur, “Jika sebuah sekolah dipimpin dengan cara bar bar maka yang terjadi adalah akan lahir generasi yang bermental preman,” tegas pria yang akrab disapa Leo Jerat ini.

Pimpinan redaksi Jerat Group ini juga membeberkan langkah yang diambilnya semata untuk mengisyaratkan agar tidak ada lagi sekolah yang menggunakan dana BOS dengan cara sepihak, “Di SMAN 1 Monta, proses aliran dana dan penggunaanya terkesan sangat tertutup, juknis dana BOS banyak yang dilanggar. Misalkan pada proses penyusunan RAB yang seharusnya dilakukan dengan cara terbuka bersama pihak sekolah dan komite oleh panitia BOS, demikian juga dengan keberadaan panitia BOS yang hanya atas nama bahkan parahnya arsip laporan LPJ saja sudah dianggap sebagai dokumen rahasia,” cetusnya.

Ia berpesan agar pihak penyidik lebih peka memeriksa semua saksi dan kesaksian kepala sekolah, “Kendati ini dalam tahap lidik, namun dari sini pihak penyidik harus peka menilai celah indikasi yang dilanggar, terutama isyarat yang dilontarkan oleh bendahara bahwa setiap triwulan sedikitnya ada 50 sampai dengan 60 juta mengalir ke tangan kepala sekolah,” pesan sekretaris komite SMAN 1 Monta ini.

proses pemeriksaan saksi itu berlangsung dari pukul 10.23 wita sampai pukul 15.37 wita, "Penyidik akan meminta keterangan beberapa orang saksi lagi dalam waktu dekat," imbuh suharlin meninggalkan kantor penyidik.

[Ages/Ocha].

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.