Header Ads

Gaduh, Polemik BBM Kantor UPT Disegel



Indikasi Terlibat Penangkar Siluman  

Kisruh pasca penyaluran bibit bawang merah yang santer disingkat BBM kini masih tetap diteriakkan, baik di dunia maya maupun di lapangan. Ada penilaian bahwa penyaluran BBM ini sengaja dibuat gaduh namun kenyataanya urat leher masyarakat petani masih kencang meneriakkan ketidak adilan, hingga kantor UPT Disegel.
 
Kantor UPT Dispertapa Monta setelah disegel
Bima, Jerat Online –Untuk kali ke dua, rabu (14/12)  warga kecamatan Monta melakukan demo di depan kantor UPT Dispertapa setempat, setelah kali pertama warga yang terhimpun dalam gerakan Front Rakyat Peduli Perubahan (FRPP) ini merasa telah diingkari oleh pihak terkait untuk melakukan dialogh.

Kegusaran warga hingga kembali turun ke jalan dipicu janji bohong kepala dinas yang ingin melakukan dialogh di kantor camatan Monta, setelah pihak kecamatan yakni Kapolsek dan Camat langsung menyampaiakan bahwa pertemua itu akan segera dilakukan namun hingga berita ini ditulis pihak dinas justru masih bungkam dan ‘sembunyi’.

Daram orasi yang berujung penyegelan kantor UPT Dispertapa itu Alimuddin HI, S.Pd coordinator aksi menyampaiakan kekecewaannya karena tidak mendapatkan akses informasi yang dibutuhkan seperti yang diamanatkan UU No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi public.

Sebab, menurut Bule (sapaan akrab) sederet informasi yang sengaja ditutupi pihak UPT hingga FRPP menempuh jalan demo dan segel kantor diantaranya keberadaan CV UD Harapan sebagai penangkar hanya symbol praktek penyimpangan.

“CV yang beralamat di kecamatan Belo ini setelah kami lakukan investigasi ternyata fiktif alias illegal, yang berujung pada kualitas dan kuantitas bantuan tidak optimal. Untuk itu kami tekankan agar penangkar ini segera dipanggil untuk melakukan klarifikasi,” tegas Bule.

Selain itu sederet tuntutan lain juga disampaikan yakni mendesak kepala UPT Dispertapa Monta menyerahkan RUK, mengembalikan Cap/Stempel kelompok tani, “Menjadi tanggungjawab kepala UPT bersama Kabid Holtikultura juga terkait bibit bawang busuk, tidak sesuai volume dan label bahkan yang berujung pada pertumbuhan bibit yang tidak normal,” ketusnya.

Puluhan demonstran ini dalam pengawalan ketat pihak Polsek Monta usai menyegel kantor UPT meminta dengan tegas kepada Bupati agar kepala UPT Dispertapa Monta segera diberlakukan mutasi jabatan, “Kepala UPT Dispertapa Monta harus digeser dari wilayah ini karena dinilai tidak cakap lagi menjalankan amanat petani,” ketus Bule di depan kantor UPT.

Aksi yang berlangsung selama satu jam itu berlangsung tertib, seluruh staf pertanian terpaksa harus meliburkan diri sementara arus lalulintas di depan kantor juga berjalan normal.

[Leo]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.