Header Ads

Refleksi Kepemimpinan Fadil di SMAN 2 Monta



Ukan, “Semua Berjalan Sesuai Prosedur” 




Furkan Ardianto Bendahara SMAN 2 Monta (foto Fb Bang Ukan)
Bima, JERAT Online_ Antara takut menginjak ranjau interfensi sejumlah golongan atau memang jiwa membangun melekat pada diri pria kelahiran desa Tangga tahun 69 ini, Drs M. Fadil sosok pemimpin yang sederhana dan santun lahir dari keluarga yang taat beribadah.

Sejak dipercaya sebagai nakhoda di SMAN 2 Monta tidak sedikit yang ditorehkannya, baik fisik maupun non fisik, penataan lingkungan dan bangunan sekolah yang baru seumur jagung ini sudah menganjak saingi sekolah-sekolah lain yang lebih dahulu dibangun.

Yang tidak kalah pentingnya adalah intensitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang dihuni  428 orang siswa tersebut cukup tinggi. Karena barometer management kepemimpinan sebuah sekolah adalah optimalnya proses KBM.

Dalam kondisinya terkungkung dari sejumlah interfensi baik dari dalam maupun pihak luar. Baginya, berbuat lebih bermakna daripada adu argument. Kritik membangun adalah cambukan untuknya berbenah, “Tidak jarang selama saya di sekolah ini sebagai kepala sekolah disoroti bahkan mengarah pada fitnah tanpa bukti,” ungkapnya mengawali wawancara ekslusif dengan media ini di kediamannya Sabtu (28/5).

“Terakhir, saya dituding telah menggelapkan dana BOS sebanyak 18 jt Padahal anggaran itu nyata baru di rencanakan dan tidak mencapai 18 juta karna yang benar hanya 13 juta untuk subsidi silang dengan anggaran komite pada pembangunan papan nama sekolah, taman, pagar sekolah dan pondasi musholah. Dan itu akan dapat di realisasikan secara bertahap yang dikarenakan banyaknya kebutuhan yang mendesak yang harus di penuhi pada setiap kegiatan di sekolah, ” terangnya.

Pekerjaan itu pun dilakukan oleh komite dan sekolah bukan pribadi kepala sekolah, “Kita masih dalam jalur yang benar, jika pun itu disorot, saya tidak gentar karena saya memiliki prinsip bekerja sesuai aspirasi dan transparan. Bukan atas kebijakan sepihak kepala sekolah,” tukas Fadil.

Beralasan, Fadil mengatakan hal itu sebab menurutnya sumber dana dan pengendali dana yang ada di sekolahnya semua ada pada pososisinya, “Anggaran Komite berada pada bendahara komite sekolah yang pada prosesnya dibelanjakan oleh komite untuk kebutuhan sekolah, lebih-lebih anggaran BOS. Kepala sekolah tidak pernah memegang uang karena semuanya ada pada bendahara, dan silahkan adinda konfirmasi langsung ke bendahara,” ujarnya.

Menutup keterangngannya Fadil mengisyaratkan, kebijakan yang ada di SMAN 2 Monta terkesan diinterfensi sehingga ruang untuk mengambil kebijakan sepihak sangat tidak mungkin, “Jika kepala SMAN 2 Monta berani mengambil tindakan sendiri, maka banyak pihak yang akan menyorot. Saya pun tipe orang yang terbuka demi kemajuan sekolah,” tutup Fadil.

Di tempat terpisah membuktikan keterangan kepala sekolah, Jerat menghubungi Furkan Ardianto, S.Pd bendaha BOS SMAN 2 Monta, baginya Drs. M. Fadil adalah kepala sekolah yang aspiratif dan terbuka,”Beliau memberikan kita kapasitas dan semua kewenangan sesuai tupoksi. Seperti kapasitas saya selaku bendahara BOS, semua keuangan ditangan bendahara,” terangnya.

Menurut Ukan (sapaan) tidak sedikit kepala sekolah yang justru menjadikan bendaharanya hanya simbol, sementara keuangan ditangan kepala sekolah, tapi di SMAN 2 Monta semua berjalan sesuai prosedur.
 “Bukan rahasia lagi banyak kok kepala sekolah yang mengendalikan langsung anggaran sekolah, dan kita patut berbangga dengan kepala sekolah sekarang karena mempercayai kita sesuai dengan tanggungjawab masing-masing,” ungkapnya.

Menyinggung rencana alokasi dana shering 13 juta, ukan menegaskan bahwa itu baru tahap perencanaan yang di tuangkan pada RAB dana shering, dan baru sebagian di gunakan "Awalnya memang untuk pembangunan fisik namun dalam Juknis Dana BOS SMA 2016 tegas tidak diperbolehkan Ada pos pembangunan dengan sebesar itu yang di Alokasikan secara bersamaan, sehingga untuk pagar lunas 5 juta sudah di alokasikan kepada koordinator item pekerjaan dan pekerjaanya sudah selesai dan bisa dicek fisiknya. Dan untuk sisa 8 juta insya Allah tetap di realisasikan untuk triwulan kedepan secara bertahap. Terangnya via selulernya. 

Sementara untuk kegiatan LES, TRyout, Ujian Sekolah dan UN membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. “Artinya jika kepala sekolah di tuding menggelapkan dana 18 juta itu hanya pernyataan yang keliru dan akalnya harus diluruskan sebab yang benar hanya 13 juta dan itu baru pada rencana bersama sekitar akhir desember 2015 lalu (ada notulen rapat),” ,” tutup Ukan[Leo]

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.