Header Ads

Status Bromo Siaga, Kegiatan Wisata Ditutup

Gunung Bromo. (FOTO: www.wisatajatim.info)
PROBOLINGGO, Jerat Online - Setelah mengalami fluktuasi kegempaan belakangan ini, status Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dinaikkan dari level Waspada menjadi Siaga sejak Jumat (4/12/2015).

Dampaknya, kegiatan wisata di Bromo resmi ditutup. Wisatawan pun dilarang mendekat ke kawah Gunung Bromo dan menetapkan radius aman hingga 2,5 km.

Peningkatan status dilakukan karena aktivitas tremor menerus Gunung Bromo meningkat signifikan dan kawah menyemburkan material vulkanik pekat berketinggian 200 meter.

Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVBMG) terpaksa menaikkan status setelah selama 24 jam terakhir tremor menerus gunung itu meningkat signifikan, dari kisaran 2-8 militer sebelumnya, meningkat menjadi 3-13 milimeter dominan 5 milimeter.

Dari kawah Gunung Bromo, semburan asap putih cenderung pekat terus membubung dengan ketinggian mencapai 200 meter.

Semburan asap ini lebih tinggi 50 meter dibanding hari-hari sebelumnya.

Material vulkanik mengandung belerang, abu, dan silika itu membubung ke arah barat atau wilayah Kabupaten Pasuruan dan Malang.

Radius aman bagi warga dan pengunjung juga diperluas, dari sebelumnya 1 kilometer menjadi 2,5 kilometer dari bibir kawah.

Perubahan status ini membuat potensi erupsi Gunung Bromo lima tahun silam semakin besar.

Tak hanya area wisata alam di sekitar lautan pasir, permukiman dan lahan pertanian warga suku Tengger terancam tertutup material vulkanik muntahan kawah Bromo.

Kepala TNBTS Ayu Dewi Utari kepada wartawan mengatakan, karena status Bromo sudah Siaga sesuai informasi dari PVMBG, TNBTS resmi menutup kaldera atau lautan pasir, kawah, dan padang savana.

Semua kegiatan wisata juga ditutup. Namun, pemandangan matahari terbit tetap bisa dinikmati dari Penanjakan, Bukit Setia, dan Bukit Cinta.

"Untuk sementara, pintu yang dibuka hanya dari arah Wonokitri Pasuruan," kata Ayu.
(Kompas)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.