Header Ads

Pasca Bentrok, Sejumlah Sekolah di Monta Dalam Masih Diliburkan

Tampak Kerusakan Gerbang dan Pagar SMAN 2 Monta Akibat Bentrokan Kemarin. (FOTO: Son)
Bima, Jerat Online - Pasca bentrokan yang melibatakan warga Desa Tolouwi, Tolotangga dengan Sondo, Sabtu (28/11/2015) pekan lalu yang megakibatkan satu orang pelajar terluka akibat terkena panah dan 4 rumah terbakar. Hingga hari ini dua kelompok warga yang saling bertikai masih memboikot jalan di desa masing-masing sehingga mengakibatkan jalur transportasi Tente-Tolotangga lumpuh total.

Sedangkan akibat lain yang ditimbulkan atas bentrokan ini adalah terpasungnya hak siswa yang seharusnya mengikuti kegiatan ulangan semester. Seperti siswa SMAN 2 Monta dan SMPN 2 Monta pasalnya dua sekolah yang berkedudukan di Desa Sondo ini para siswanya berasal dari desa sekitar termasuk Tolouwi dan Tolotangga.

Pantauan Jerat sejak hari Senin (1/12) dua sekolah ini nyaris tidak dapat melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) selain siswa para guru juga tidak dapat hadir di sekolah karena akses transportasi tertutup.

Puluhan personil keamanan tetap siaga di lokasi, belum ada solusi yang pasti untuk mengakhiri pertikaian antara kampung tersebut, suasana tegang masih terus berlanjut hingga kamis malam (3/12) sehingga pihak polres Bima harus mengerahkan penambahan jumlah personil untuk berjaga-jaga.

Sejumlah guru yang ditemui di SMPN 2 Monta mengharapkan agar kondisi ini segera berakhir sehingga semua aktivitas para warga dan siswa kembali normal, “Para petani dan pedagang tidak bisa tenang selalu ihatui rasa takut demikian juga kami sebagai pengajar tidak leluasa datang ke sekolah. Lebih-lebih para siswa terpaksa meliburkan diri karena takut melintas,” ungkap salah satu guru.

Mereka juga berharap seharusnya warga yang bertikai memberikan pengecualian atas pelajar dan guru sehingga tidak terlalu berdampak pada hak anak untuk memperoleh pendidikan. “Tidak perduli itu warga Desa Tolotangga ataupun Tolouwi yang penting mereka berseragam seharusnya dibiarkan melintas sebab kedudukan sekolah ini berada di kawasan desa Sondo, demikian pula pemerintah harus mampu memberikan jaminan rasa aman bagi para siswa tersebut,” pungkasnya. (Leo)




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.