Header Ads

Fahri Hamzah: Seolah Apa yang Kita Lakukan adalah Komplotan Jahat

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hanzah. (FOTO: Kompas.com)
JAKARTA, Jerat Online - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyayangkan pandangan masyarakat terhadap DPR yang selalu negatif dan memandang DPR sebagai "sarang maling".

Menurut Fahri, DPR adalah lembaga yang dipilih oleh rakyat sehingga anggota Dewan merupakan representasi rakyat sehingga wakil rakyat yang terpilih harusnya didukung dan diperkuat.

"Sampai hari ini, saya tidak pernah mendapatkan persahabatan yang baik dari masyarakat sipil dan media. Seolah-olah apa yang kita lakukan ini semuanya adalah komplotan jahat," kata Fahri dalam Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Menurut Fahri, publik tidak melihat ke arah upaya penguatan lembaga demokrasi. Jika DPR kuat dan didukung sistem yang baik, kata dia, maka lembaga negara juga akan berjalan dengan baik.

Dalam sesi tersebut, nada bicara Fahri beberapa kali terdengar meninggi dan emosional. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Ningrum Natasya Sirait selaku moderator sempat memotong pembicaraan untuk mengingatkan waktu sambutan Fahri yang sudah habis. Namun, Fahri tetap meneruskan curahan hatinya.

"Di luar sana berkembang (DPR) ini dianggap lembaga yang paling jahat, inilah sarang maling, inilah tempat yang saban hari kongkalikong, duduk di ruangan tertutup 3-4 orang bicara tentang bagaimana menggarong negara," kata Fahri.

"Mindset itu disuntikkan setiap hari. Ini lembaga penjahat semua isinya, padahal lembaga ini dipilih oleh rakyat. Karena itulah, mari kita tarik, mari apresiasi proses ini," kata dia.

"Negara ini bukan negara penjahat. Ini negara Ketuhanan Yang Maha Esa. Ada moralitas sejak kita lahir, Pak. Masa kita jadi negara maling. Saya tidak terima, Pak. Tetapi, mari kita pindah dari moralitas ini pada pembinaan sistem," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut.
Fahri menilai sebagai persoalan sistem, bukan sebagai persoalan moral.

Fahri hadir dalam acara tersebut mewakili Ketua DPR RI Setya Novanto yang semula dijadwalkan hadir. Ia memohon maaf karena Setya tidak dapat menghadiri acara tersebut.

"Pak Ketua besok menikahkan anaknya," ucap Fahri. (Kompas)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.