Header Ads

HOK Belum Dibayar, Para Buruh Segel Rumah Dinas

Para pekerja mengamuk dan menyegel rumah dinas yang baru selesai direhab. (FOTO: Leo)
Bima, Jerat Online - Lantara gaji belum dibayar sejumlah buruh dan pekerja proyek mengamuk dan menyegel rumah dinas dokter puskesmas monta, Rabu (25/11/2015). Penyegelan dilakukan karena hingga berakhirnya pekerjaan rehabilitasi rumah dinas tersebut upah Harian Orang Kerja (HOK) belum dibayar oleh pelaksana proyek.

Rehabilitasi yang menggunakan anggaran daerah  sebesar Rp160 juta ini, diduga dikerjakan oleh SM salah satu anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bima melalui CV Temba Saleko yang kemudian pecah kongsi dengan Darmawan orang kepercayaannya selaku mandor sehingga berakibat tidak terbayarnya gaji para buruh dan tukang tersebut.

Sejumlah tukang dan buruh yang dikonfirmasi di Puskesmas Monta, Rabu kemarin mengatakan hak mereka yang belum terbayar hingga saat itu sekitar  Rp12,5 juta, “Pekerjaan kami telah selesai dan kami tuntut pembayaran gaji yang belum terbayar.  Sebelum gaji dibayar maka penyegelan akan terus dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, Darmawan mandor proyek yang dikonfirmasi di lokasi penyegelan menjelaskan bahwa pekerjaan rehab hampir rampung dan berdasarkan catatannya hutang keseluruhan termasuk gaji buruh dan tukang masih tersisa sebesar  Rp12,5 juta.

“Diduga ada kesengajaan yang dilakukan SM, sebab sejak kemarin saya tunggu pihak CV untuk pencairan termin sampai dengan siang tadi ternyata pihak CV dengan SM datang berbarengan lalu usai pencairan mereka langsung pergi begitu saja,” ketusnya.

Sementara, SM yang dikonfirmasi melalui Hand Phone (Hp) mengatakan, penyegelan yang dilakukan para buruh hanyalah sebuah kesalah pahaman. “Ini hanya kesalah pahaman dan saya minta para buruh dan tukang agar datang ke rumah untuk menyelesaikan persoalan ini,”  tutupnya. (Leo)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.