Header Ads

Miris, 15 Pelajar SMAN 1 Monta Pesta Miras di Jam Sekolah

Wakases Kesiswaan Memperlihatkan Sisa Miras Yang Disita. (FOTO: Son)
Bima, Jerat Online - Sungguh ironi dan tidak patut dicontoh kelakuan para pelajar di salah satu sekolah menengah atas di Kecamatan Monta. Sekolah yang seharusnya sebagai tempat menimba ilmu malah dijadikan sebagai lokasi untuk berpesta minuman keras (Miras).

Bahkan tak segan-segan belasan pelajar kelas I (satu) SMA Negeri 1 Monta ini melakukan pesta miras di lingkungan sekolah saat kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung, Selasa (3/11/2015).

Perbuatan ini pertama kali diketahui oleh salah seorang guru yang sedang mengajar curiga dengan beberapa orang siswa yang duduk berkerumun di luar ruang kelas saat KBM berlangsung.  Ketika guru mendekat, belasan siswa melarikan diri dan tiga orang lain tertangkap berikut satu botol miras oplosan jenis arak yang disembuyikan di semak-semak pohon di dekat gedung sekolah.

Para Pelajar Yang Terlibat Pesta Miras. (FOTO: Son)
Kemudian ketiga orang siswa ini dibawa ke ruangan BP/BK untuk diinterogasi dan dimintai keterangan. Alhasil para siswa ini mengakui perbuatannya dan mengakui bahwa saat itu mereka memang sedang mengonsumsi miras jenis arak yang dicampur dengan minuman suplemen. Selain itu, para siswa ini juga membeberkan nama-nama 12 orang temannya yang melarikan diri yang juga ikut terlibat pesta miras bersama mereka saat itu.

Dengan adanya pelanggaran yang dilakukan, Rabu (4/11/2015) pihak sekolah memanggil ke  15 orang tua siswa tersebut untuk membuat pernyataan sekaligus pemberitahuan mengenai sanksi yang akan diambil sekolah terhadap perbuatan yang dilakukan oleh para pelajar ini. 

Guru sekaligus Koordinator BP/BK SMAN 1 Monta Harunarrasyid S.Pd menjelaskan, pihak sekolah tidak mentolerir pelanggaran yang dilakukan oleh siswa ini, maka sanksinya adalah pengeluaran, namun karena adanya permintaan orang tua untuk diberikan kesempatan satu kali dan kebijakan sekolah, maka dibuat surat pernyataan.

Di dalam pernyataan disebutkan bahwa siswa berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya yaitu melanggar tata tertib sekolah dan pernyataan ini merupakan yang terakhir dari pelanggaran yang dilakukan dan apabila masih melakukan pelanggaran, maka siap menerima sanksi yaitu dikeluarkan dari sekolah.

“Ini merupakan kesempatan terakhir yang diberikan, apabila pelanggaran ini  masih tetap dilakukan maka siswa yang bersangkutan harus bersedia dikeluarkan dari sekolah dan orang tua tentunya juga harus bersedia menerima,” kata Harun.

Selain itu, Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Monta Dra Faturiah mengatakan, sanksi tegas harus diberikan supaya ada efek jera bagi yang lain. Diakuinya di sekolah yang sama juga pernah terjadi kasus yang sama.  Waktu itu beberapa orang siswa tertangkap tangan saat mengonsumsi tramadol yang di campur dengan minuman suplemen.

Kemudian saat itu pihak sekolah hanya memberikan pembinaan terhadap siswa tetapi dengan meningkatnya kasus seperti ini, orang tua juga harus dilibatkan supaya sama-sama dapat mengontrol dan mengawasi tingkah laku anak yang mencurigakan. “Dengan demikian hal-hal semacam ini dapat dihindari,” kata Faturiah. (Leo)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.