Header Ads

Kemarau Panjang, Petani Woha Mengeluh

Foto: Ilustrasi Kekeringan
Bima, Jerat Online - Sudah jadi langganan setiap tahunnya, pada musim kemarau panjang seperti ini disejumlah wilayah pasti mengalami keluhan kekurangan air. Petani kecamatan Woha yang paling merasakan dampak kemarau ini.

Puluhan hektar lahan sawah dibiarkan terlantar karena tidak dapat digarap, minimnya stok air yang membuat para petani pemilik lahan tidak berani menggarap sawah mereka. Asupan air yang bersumber dari Dam Pela Parado rupanya tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh sawah wilayah ini.

Sejumlah petani lain yang masih mampu lebih memilih untuk menggunakan sumur bor untuk mengantisipasi kekurangan air, itu pun bagi petani bawang saja.

Anwar 35 tahun warga Desa Tenga, Kecamatan Woha benar-benar merasakan dampak dari kekeringan ini. “Kami selaku petani hanya berharap kepada pemerintah untuk mencarikan jalan keluar atas kondisi ini, sebab hal serupa kerap kami alami setiap tahunnya,” keluhnya di Tenga.

Upaya pemerintah yang telah dilakukan sekitar tahun 2007 melalui program PPIP berupa bor Kanada tidak mampu menjawab keluhan warga sebab subsidi air tidak cukup untuk kebutuhan rumah tangga apalagi untuk irigasi.

Diharapkan ada upaya lain yang dilakukan pemerintah seperti penegasan pembagian air Dam Pela Parado agar bisa dinikmati petani Woha, “Selama ini air hanya sampai di wilayah Baralau, itupun sangat terbatas,” ungkap Anwar. (Ipul)

  

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.