Header Ads

KBM Tidak Optimal, Siswa SMAN 1 Monta Mengamuk

Sejumlah Meja dan Kursi yang Dirusak Siswa. (FOTO: Leo)
Bima, Jerat Online - Betahnya H. Sulistyo Widodo, S.Pd duduk di singgasana empuknya sebagai kepala SMAN 1 Monta justru tidak memberikan dampak positif bagi sekolah yang dipimpinnya. Kenyataan paling pahit harus disaksikan oleh dunia pendidikan hari ini.

Gelombang  protes atas kebijakan subyektif diterapkan Sulis, serta sederet sejarah buruk yang mendera penghuni sekolah ini berdampak pada mosi tidak percaya masyarakat atas penerapan pendidikan yang diberikan sekolah. Dampak yang luar biasa selain keraguan masyarakat atas sekolah ini adalah produk yang dilahirkan masih menjadi tanda tanya besar.

Senin pecan lalu puluhan siswa mengamuk sehingga mengakibatkan sebahagian besar meja dan kursi dalam kelas rusak parah. Aksi ini merupakan wujud protes siswa karena proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) semakin tidak optimal. Selain itu para siswa merasa tidak nyaman dengan kondisi sekolah yang kekurangan meja kursi.

Puluhan siswa dari semua tingkatan ini mendatangi ruang kepala sekolah untuk menuntut optimalisasi KBM berikut sarana penunjangnya, termasuk dalam tuntutan mereka untuk menurunkan penetapan iuran Komite sekolah yang dianggap terlalu tinggi.

Aksi protes para siswa ini dengan sigap langsung dinetralisir pihak UPT Dikpora Monta dengan segera memanggil kepala SMAN 1 Monta untuk dimintai keterangannya. Demikian penuturan kepala UPT Sirajuddin H. Yacub, S.Pd yang ditemui di kantornya Kamis lalu.

Menurutnya pihaknya telah memintai keterangan sejumlah siswa dan guru, “Bahkan informasi ini telah masuk ke meja Bupati sehingga kepala dinas kabupaten langsung menelpon kami agar segera menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya.

Kepala UPT juga telah turun langsung ke sekolah dan menggelar pertemuan dengan kepala sekolah sejumlah guru dan para wakasek, “Dari berbagai persoalan itu telah kami konfirmasi dan dalam waktu dekat kepala sekolah berjanji untuk segera menambah mebelair yang kurang termasuk mengganti meja kursi yang telah rusak,” ujarnya.

Sementara untuk persoalan lain seperti honor guru dan pesta miras para siswa akan menjadi pertimbangan pihak Dinas dan Bupati, “Dengan kondisi sekolah seperti ini berikut segala polemik yang terjadi maka akan menjadi catatan khusus bagi Bupati, kami di tingkat bawah hanya member laporan,’ tegasnya. [leo]



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.