Header Ads

Kapolri Sebut Anggota TNI Tewas di Poso Risiko Operasi Militer

Badrodin Haiti. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko
Jerat Online - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyebut Serka Sainudin dari satuan Ba Purir kipan C yonif 712 raider yang tewas tertembak oleh kelompok Santoso bagian dari risiko operasi militer. Jenderal Badrodin Haiti memastikan bahwa Serka Sainudin ditembak oleh kelompok Santoso di Poso.

"Ya itu kan bagian dari risiko," kata Badrodin di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (30/11).

Menurut dia, pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap kelompok Santoso, meski anggota TNI tewas tertembak. Dia menargetkan operasi camar maleo IV untuk menangkap Santoso pada bulan Januari 2016.

"Kalau dia tidak ketembak, kita yang ketembak, engga ada masalah. Engga hanya di Poso saja, di Jakarta juga kalau digerebek begitu," ujar dia.

Seperti diketahui, seorang anggota TNI tewas tertembak saat terjadi kontak senjata dengan jaringan teroris di Dusun Gayatri, Desa Meranda kecamatan Poso pesisir utara Kabupaten Poso di KM 6-7. Baku tembak terjadi sekitar pukul 09.00 WITA, Minggu (29/11).

Korban tewas dari TNI yakni Serka Sainudin dari satuan Ba Purir kipan C yonif 712 raider. Sebelum terjadi baku tembak, Serka Sainudin tengah melakukan patroli di wilayah Poso. Dia menghembuskan napas terakhir setelah mengalami luka tembak di bagian kepala. (Merdeka)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.