Header Ads

Bentrok di Monta Dalam, 1 Orang Kena Panah 4 Rumah Dibakar

Polisi Berusaha Menghalau Massa di Perbatsan Desa Sondo. (FOTO: Sonny)
Bima, Jerat Online - Perkelahian antara pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)  2  Monta, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima berujung pada bentrokan antara warga Desa Tolouwi, Tolotangga dengan Desa Sondo, Sabtu (28/11/2015).

Menurut informasi yang dihimpun, bentrok terjadi sekitar pukul 10.45 waktu setempat. Saat itu dua kubu pelajar SMA yang berasal dari Desa Tolouwi  dan Tolotangga,  berseteru dengan pelajar Desa Sondo dan saling lempar menggunakan batu di sekitar lingkungan sekolah yang berada di Desa Sondo.

Aksi kejar-kejaran antara pelajar tak dapat dihindari sehingga beberapa orang pelajar dari Desa Tolouwi dan Tolotangga berusaha melarikan diri ke desa asal. Namun nahas bagi Julkarnain pelajar  kelas (III) asal Desa Tolouwi. Ketika ia berusaha berlari tiba-tiba sebuah anak panah telah menancap di dada kirinya sehingga ia harus dilarikan ke rumah sakit 

Dengan adanya peristiwa ini emosi warga Desa Tolouwi dan Tolotangga tersulut sehingga aksi saling serang antar kampung pun tak terhindarkan. Pasukan pengamanan dari Kepolisian sektor monta yang pertama terjun ke lokasi tak mampu menghalau ratusan warga yang mempersenjatai diri dengan, tombak, parang, dan panah ini. Sehingga massa yang beringas berhasil masuk dan membakar 3 rumah warga Desa Sondo.

Beberapa saat berselang kepolisian kembali menambah kekuatan dari Satuan Dalmas Polres Bima dan gabungan pasukan dari Polda NTB sehingga ratusan massa yang berasal dari Desa Tolouwi dan Tolotangga ini berhasil di pukul mundur hingga keluar dari perbatasan Desa Sondo. Warga Sondo yang tak terima dengan pembakaran ini kemudian melakukan aksi balas dendam dengan membakar 1 Rumah Toko yang diduga milik warga Tolotangga yang berada di seberang perbatasan Desa Sondo.

Akibat peperangan yang didasarkan pada permasalahan sepele, terdata 4 rumah terbakar dan satu orang luka parah yakni pelajar asal Desa Tolouwi yang terkena anak panah tersebut.

Hingga berita ini ditulis situasi di lokasi dikabarkan mulai berangsur kondusif karena pada Sabtu malam ada langkah persuasif yang dilakukan pihak kepolisian untuk mempertemukan tokoh masyarakat di kedua kubu yang berseteru guna memberikan imbauan agar meredam gejolak di antara kedua kubu tersebut. (Son)






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.