Header Ads

3 Sekolah Terlibat Tawuran, 1 Pelajar Terluka

Akibat Tawuran, Pelajar SMPN 4 Monta Mengalami Luka Robek di Bagian Kepala. (FOTO: Son)
Bima, Jerat Online - Sedikitnya 20 orang siswa yang terlibat tawuran berikut para orang tua mereka Senin (02/11/2015) dihadirkan di ruangan guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Monta guna diberikan pembinaan.

Para siswa yang terlibat tawuran pada hari, Sabtu (01/11/2015) di halaman SMPN 4 Monta tersebut adalah siswa SMPN 1 Monta, SMPN 4 Monta dan siswa Madrasah Darussalam Woha yang mengakibatkan salah satu siswa SMPN 4 Monta mengalami luka robek di bagina kepala dan terpaksa harus ditangani secara medis.

Pada pertemuan islah sekaligus pembinaan ini dihadiri juga oleh sejumlah kepala desa dan personil Polsek Monta, berikut para guru utusan setiap sekolah.

Menurut sumber kejadian ini bermula karena saling ejek antar pelajar yang ada di SMPN 4 Monta yang kemudian kedua kubu yang bertikai ini sama-sama menggalang massa dengan menjemput rekannya di beberapa sekolah dengan modus ijin karena keluarga yang sakit.

Kejadian ini sempat membuat berang kepala SMPN 1 Monta Dra. Arfida Roswati, M.Pd yag dengan tegas mengatakan bahwa tindakan para siswanya harus mendapatkan teguran yang keras dari pihak sekolah. “Bila perlu dikembalikan ke orang tuanya, sebab kami tidak akan memberikan toleransi kepada pelajar yang tidak dapat dibina,” tegasnya saat ditemui di SMPN 1 Monta.

Sementara kepala SMPN 4 Monta Drs. M. Saleh Musa yang di temui di ruang kerjanya usai proses islah menyesalkan insiden tersebut dan selaku pimpinan dia berjanji akan memberikan pembinaan khusus bagi para pelaku. “Disamping sejumlah sangsi yang akan kami berikan kepada mereka, mereka juga akan dibina khusus oleh guru BP/BK nantinya,” ungkapnya. Tentunya kejadian ini akan sangat berpengaruh pada nilai mata pelajaran mereka tutupnya.

Insiden yang nyaris menjadi perkara pidana ini merupakan peringatan bagi para pelajar, sebab jika terjadi lagi belum tentu akan diselesaikan dengan cara musyawarah damai seperti hari ini. Terlebih akibat insiden ini telah memakan korban luka bagi sejumlah siswa lain yang sedang belajar. (Leo)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.