Header Ads

Pendamping PKH Usir RTSM Penerima Bantuan

Suasana Penyaluran Dana PKH di Kantor Pos Giro Tangga Monta. (Foto: Son)
Bima, Jerat Online - Penyaluran dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sangat dinantikan oleh warga penerima sasaran seperti Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Pasalnya dana bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) ini dapat digunakan untuk keperluan bidang kesehatan dan pendidikan.

Wajah bahagia terlihat jelas saat ibu-ibu rumah tangga sasaran menerima bantuan dana PKH di Kantor Pos Giro Tangga Monta, Senin (12/10/15). Namun, tidak semuanya mendapatkan kebahagian yang sama karena sebahagian dari mereka harus mendapatkan pengusiran dari pendamping program. Mereka diusir dan disuruh pulang karena dianggap telah menyalahi aturan dan dianggap tidak berhak lagi mendapatkan bantuan dana dari program ini.

Tindakan yang dilakukan oleh oknum pendamping membuat ibu-ibu ini kebingungan karena mereka beranggapan sebelumnya mereka juga mendapatkan bantuan yang sama dari program PKH dan hingga hari ini nama mereka masih tertera dalam daftar penerima bantuan.

“Kami bingung dengan kelakuan pendamping, kupon kami disita dan kami diusir dengan mengatakan lebih baik pulang saja karena kami tidak lagi berhak mendapatkan bantuan dana PKH,” kata Rohana warga Desa Simpasi, Kecamatan Monta saat menyampaikan keluhannya kepada wartawan.

Tidak hanya sampai disitu oknum ini juga menuduh kami dikeluarkan dari program karena dianggap telah menyalahi aturan program. “Oknum pendamping menuduh bahwa kami telah menggadaikan kupon bantuan sementara saat penerimaan bantuan kami sendiri yang datang mengambil disertai fotocopy KTP dan surat-surat lain yang dibutuhkan, tuduhan itu tidak benar,” ketusnya.

Sementara, Yati pendamping program PHK Desa Simpasai yang dikonfirmasi di sela pencairan dana PKH di Kantor Pos Giro Tangga Monta mengakui telah menyita kupon beberapa warga. Penyitaan dilakukan karena ada laporan warga bahwa penerima bantuan ini menyalahgunakan bantuan dengan cara menggadaikan/menjual kupon kepada orang lain maka hal ini tidak dibenarkan oleh  aturan program.

Akan tetapi sambil menunggu proses penyelesaian masalah pencairan bagi warga yang dianggap bermasalah akan tetap dilakukan. “Sebelumnya akan dilakukan klarifikasi bagi pihak yang menjual dan membeli, ketika masalah ini selesai dana akan tetap dicairkan dan hingga sekarang dana bagi warga yang bermasalah tetap kami simpan,” katanya.

Hal serupa juga dialami oleh Bidasari dan Faridah warga desa yang sama. Kedua warga miskin ini tidak dapat menerima bantuan yang menjadi hak mereka karena masih ditahan oleh pendaping program. Lagi-lagi dengan alasan yang sama pendamping program dengan arogan menahan hak kedua warga miskin ini.

Proses penyelesain masalah yang dikatakan tak juga dilakukan sehingga selama dua kali penyaluran keluraga Faridah tidak juga menerima pencairan dana yang menjadi harapan kelurga miskin ini. Bahkan hingga pencairan kali ini Faridah tidak berani menapakan kaki di Kantor Pos Giro untuk menerima bantuan yang menjadi haknya ini.

Dengan adanya persoalan ini warga berharap agar para petugas atau pendamping program tidak hanya menerima laporan sepihak tetapi juga harus segera menyelesaikan masalah sehingga tidak mengabaikan hak warga miskin yang menjadi prioritas program. (Son)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.