Header Ads

Masuk Nominasi Sekolah Sehat, SMPN 1 Madapangga Dinilai Tim Provinsi

Kehadiran Tim Penilai Lomba Disambut Pejabat SKPD Lingkup Pemkab Bima, (Foto: Bimakab)
Bima, Jerat Online - Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat/Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2015 melakukan penilaian di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Madapangga Kabupaten Bima.

Kehadiran Tim Penilai ini dipimpin Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan (Kesra) Sekretariat Daerah Prov. Nusa Tenggara Barat Drs. H. Amir, MM dengan 6 orang anggota yang terdiri dari dinas terkait seperti Dikes Provinsi, Dikpora Prov, Kementerian Agama NTB dan  Biro Kesra. Kehadiran rombongan ini diterima oleh Kepala Dikpora Kabupaten Bima, Kepala Dikes Kabupaten Bima, Camat Madapangga dan Kepala Sekolah SMPN 1 Madapangga.

Drs. H. Abidin Kepala Sekolah SMPN 1 Madapangga yang juga selaku Ketua Tim Pelaksana UKS SMPN 1 Madapangga dalam pengantarnya memaparkan tentang profil sekolah yang dipimpinnya. SMP Negeri 1 Madapangga merupakan salahsatu sekolah yang didirikan pada tahun 1977 dengan luas area sebesar 10.680 meter persegi dengan jumlah guru 85 orang.


Usaha menciptakan sekolah sehat merupakan program bersama empat kementerian dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi melalui peningkatan perilaku hidup sehat dan bersih serta menciptakan lingkungan yang sehat.  Sehingga diharapkan siswa dapat merubah perilaku agar memiliki budaya hidup bersih dan sehat serta mampu menanamkan perilaku tersebut di rumah maupun di masyarakat sekitarnya. Sesuai dengan misi sekolah yang salah satunya menumbuhkan dan melestarikan lingkungan sekolah yang rindang, indah bersih dan aman dengan Moto “Terciptanya lingkungan sekolah yang indah dan sehat”.


Diakui H. Abidin, di sekolah yang dipimpinnya sudah lama menerapkan program dengan membentuk kader kesehatan dan membinanya baik oleh guru UKS, Dinas Kesehatan dan dinas lain yang terkait. 
Program selanjutnya adalah layanan kesehatan yang dilakukan kader kesehatan, petugas UKS dan Dinas Kesehatan. Program lainnya ialah pembinaan Lingkungan Hidup Sekolah Sehat dengan program unggulan yang dikembangkan seperti membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan, menyiapkan kran air dan tempat cuci tangan di setiap kelas. 


Disamping itu dirinya mewajibkan untuk mengumpulkan dana sehat setiap bulan Rp1.000 per siswa digunakan untuk kegiatan UKS, mengolah sampah sampah organik, untuk Drainase telah disiapkan beberapa biopori dan lubang resapan air dan apotik hidup berbagai jenis tanaman obat sebagai bahan pelajaran siswa.


Bupati Bima yang diwakili Kepala Dikes Kabupaten Bima Drs. Hefdin Umar, Apt dalam sambutannya mengatakan “Penilaian pada hari ini memiliki arti yang sangat penting dan bermanfaat sebagai upaya strategis dalam membina dan mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kondisi lingkungan serta program kesehatan anak didik di sekolah,” katanya.
Itulah sebabnya Pemerintah Daerah berharap kiranya acara lomba pada hari ini tidak hanya menjadi sebuah seremoni rutin tetapi menjadi momentum yang sangat strategis dalam upaya bersama meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang dimulai dari sekolah.

Lomba ini Jelas Hefdin, diharapkan menjadi wahana untuk memberikan motivasi sekaligus penguatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif sekolah sebagai sarana belajar bagi anak didik. Untuk itu, Hefdin menghimbau kepada seluruh jajaran terkait agar bersama sama menumbuh kembangkan pola hidup sehat dan mendukung seluruh program pembangunan di bidang Pendidikan dan kesehatan pada seluruh masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Drs. H. Amir, MM menjelaskan bahwa lomba ditujukan untuk mengevaluasi seberapa jauh, seberapa besar dan seberapa banyak upaya sekolah ini, masyarakat sekitar, para pemangku kebijakan di Kecamatan Madapangga melaksanakan upaya peningkatan dan pengembangan kesehatan sekolah.

H. Amir memaparkan, indikator penilaian mencakup muatan pendidikan dalam sekolah, pelayanan kesehatan, wujud utama yang akan dilihat adalah sekretariat atau ruang UKS yang didukung dengan sarana dan prasarana yang mendukung. “Indikator lainnnya adalah pembinaan lingkungan sekolah yang sehat Lingkungan sekolah tidak hanya dalam lingkaran sekolah melainkan 500 meter jaraknya dari sekolah serta aspek keamanan,” jelasnya.



(Humas/Bimakab)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.