Header Ads

Refleksi Pasca BOS, SMAN 1 Monta Tidak Ada Kemajuan

Pelajar SMAN 1 Monta Sedang Mendengarkan Arahan Guru. Foto Dok Jerat

Bima, Jerat Online -- Selain aksi protes eksternal, teriakan internal pun mulai menggema seiring sepak terjang kepala sekolah SMAN 1 Monta yang terkesan arogan terutama dalam sikap pembelanjaan anggaran sekolah.

Sikap egois yang ditunjukkan oleh H. Sulistyo Widodo, S.pd dalam pengambilan kebijakan membuat sejumlah guru dan warga sekolah terusik dan angkat bicara.

Fahmi Hatib, S.Pd salah satu guru senior di sekolah tersebut mengungkapkan ketidak puasan warga sekolah atas kondisi sekolah saat ini karena selama kepemimpinan kepala sekolah saat ini tidak ada kemajuan yang begitu berarti.

Pembina osis ini menjabarkan bahwa pasca pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kondisi sekolah justru bukan bertambah maju berbanding terbalik ketika hanya dengan mengandalkan anggaran Komite.

Parahnya lagi menurut Fahmi setiap kegiatan kesiswaan hanya mengandalkan dana komite dan iuran OSIS, “Sementara anggaran BOS sendiri tidak memberikan arti secara fisik bagi sekolah seperti rehab dan perbaikan ringan. Untuk perawatan hanya pengecatan tembok, itupun hanya satu kali di bagian depan gedung” Ketusnya.

Menurutnya alokasi dana BOS tidak berpihak kepada kebutuhan sekolah, “Secara fisik dapat dilihat kondisi sekolah saat ini, tiga tahun pasca BOS masuk tidak ada perubahan apa-apa sehingga kami para guru kecewa demikian pula para siswa yang ada,” imbuhnya.

Ia berharap agar instansi terkait untuk tidak tutup mata dengan kondisi tersebut, terutama Inspektorat untuk melakukan audit keuangan SMAN 1 Monta secara khusus yaitu anggaran BOS periode Januari s/d Juni 2015. Pada anggaran periode itu proses pengalokasiannya tidak transparan dan sangat siluman, terjadi indikasi pengeluaran yang doble.


Reporter: Leo

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.