Header Ads

Guru SMPN 2 Monta Siap Polisikan Oknum Wartawan

Foto: Ilustrasi


Bima, Jerat Online -- Geram dengan pemberitaan sepihak dan menuduh guru melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap beberapa orang siswa, seluruh guru yang ada di SMPN 2 monta telah sepakat untuk menuntut oknum wartawan salah satu media lokal tersebut ke meja hijau.

Ditemui di ruang kepala sekolah selasa (8/9) sejumlah guru mengeluhkan sekaligus mengecam tindakan amatir yang dilakukan oknum wartawan tersebut, “Judul beritanya saja sudah menuduh semua guru yang ada di sekolah ini tanpa menyebutkan oknum, demikian pula isi berita sama sekali tidak relefan. Unsure kekerasan seksual yang dimaksud benar-benar mengada ada,” ungkap Usman salah satu guru.

Guru sekaligus wakasek kesiswaan ini menuding etika penulisan berita tersebut bertentangan dengan kode etik jurnalis, “Unsur berita seharusnya jelas tidak hanya hak jawab dari sumber yang harus dimuat juga tentang hasil konfirmasi juga harus jelas ditulis. Saya berani katakan ini karena dua orang siswi yang baru duduk di kelas 1 tersebut telah memberi pengakuan bahwa perlakuan oknum guru yang dimaksud hanya sebatas membimbing ke depan kelas untuk mengerjakan tugas sekolah dan itupun dilakukan di dalam ruangan kelas dihadapan teman-temannya,” terangnya.

Sementara kepala SMPN 2 Monta Syamsurizal, S.Pd, M.si di tempat yang sama mengaku dikonfirmasi oleh oknum wartawan tersebut dan tidak memberikan komentar apa-apa, “Saat dikonfirmasi terkait persoalan itu saya meminta agar untuk tidak diberitakan dahulu sebab informasi itu harus dikonfrontir terlebih dahulu di tingkat sekolah. Hal ini dilakukan agar tidak menjadi fitnah dan mencoreng dunia pendidikan sebab telah masuk pada unsur SARA dan berakibat fatal bagi kedua belah pihak,”. Tegasnya.

Dipihak lain oknum guru yang dituding telah melakukan hal itu merasa telah dianiaya atas pemberitaan tersebut, “Mulai dari dalam rumah tangga saya sampai kehidupan social atas pemberitaan ini tentunya telah memposisikan saya sebagai sampah, untuk itu demi menjernihkan nama baik saya maka dalam waktu dekat persoalan ini akan saya ajukan ke ranah hukum,” ungkapnya sedih.

Ia juga menyesalkan atas pemberitaan sepihak tersebut sebab selama 15 tahun dirinya mendalangi profesi ini telah menempatkannya sebagai guru yang memiliki dedikasi tinggi dan kepedulian atas peserta didiknya. “Silahkan konfirmasi kepada seluruh siswa bagaimana metode pengajaran yang saya terapkan pada mereka,” tuturnya.

Di tempat yang sama sejumlah guru lain menyimpulkan akan mendesak pihak Dinas Dikpora melalui PGRI agar kasus ini segera diajukan ke meja hukum sebab dianggap telah mencemarkan nama baik seluruh guru yang ada di SMPN 2 Monta. 


Reporter: Leo

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.